Bursa Survei Pajang Nama Prabowo Subianto vs Anies Baswedan Saling Berkejaran, Siapa Unggul?
Dua nama yang maju di Pilpres 2019, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi kembali maju.
TRIBUNJAMBI.COM-Sejumlah lembaga survei mulai merilis sejumlah nama yang berpotensi maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Padahal, Pilpres 2024 masih empat tahun lagi.
Setidaknya ada sejumlah nama tokoh yang berpotensi maju di Pilpres 2024.
Dua nama yang maju di Pilpres 2019, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi kembali maju.
Selain itu, muncul nama kepala daerah yang ikut meramaikan bursa tokoh yang berpeluang nyapres.
Misalnya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, hingga Tri Rismaharini.
• Lama Disimpan, Akhirnya Terungkap Pria yang Dekat dengan Agnez Mo, Raphael Maitimo Rebut Hatinya?
• Fadli Zon Menyindir, Kenapa Untuk Urusan Banjir Selalu Anies Baswedan yang Disalahkan
• Virus Corona Bawa Dampak pada Penurunan Harga Minyak ke Level Terendah dalam Setahun
Dari sejumlah tokoh yang mulai muncul untuk Pilpres 2024, ada dua nama yang cukup kuat dan bersaing ketat di beberapa hasil survei.
Tak lain Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang seakan berkejar-kejaran di hasil survei elektabilitas capres Pilpres 2024.

Berikut hasil survei elektabilitas Prabowo vs Anies untuk Pilpres 2024 versi empat lembaga survei sebagaimana dirangkum Tribunnews.com:
1. Indo Barometer
Dari hasil survei Indo Barometer yang dirilis pada Minggu (23/2/2020), Prabowo Subianto memiliki elektabilitas paling tinggi untuk Pilpres 2024.
Dikutip dari Kompas.com, Menteri Pertahanan mendapatkan 22.5 persen, sedangkan Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 14.3 persen.
Di posisi ketiga, ada mantan pasangan Prabowo di Pilpres 2019, Sandiaga Uno 8.1 persen.
Dari hasil survei Indo Baro Meter terlihat jelas, Anies bisa menjadi lawan terberat Prabowo bila keduanya sama-sama maju di Pilpres 2024.
"Tampak jika lawan terberat untuk Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan. 41,4 persen vs 23,3 persen atau selisih 18,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei di Century Park Hotel, Jakarta.