Bursa Survei Pajang Nama Prabowo Subianto vs Anies Baswedan Saling Berkejaran, Siapa Unggul?
Dua nama yang maju di Pilpres 2019, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi kembali maju.
Selanjutnya pada posisi keempat disusul oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (7,7, persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (6,8 persen).
Lalu Wakil Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5,7 persen) di posisi keenam dan posisi ketujuh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen).
• Virus Corona Bawa Dampak pada Penurunan Harga Minyak ke Level Terendah dalam Setahun
Selanjutnya di posisi kedelapan, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (2,6 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,5 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (1,6 persen), dan Ketua DPR Puan Maharani (1 persen).
Survei nasional ini dilaksanakan pada 9 – 15 Januari 2020 di 34 provinsi.
Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.
2. Politika Research Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI)
Dalam survei yang dirilis PRC dan PPI pada Minggu (23/2/2020), elektabilitas Prabowo lagi-lagi mengungguli Anies Baswedan.
Bahkan Anies harus 'kalah' dari dua koleganya yaitu Sandiaga dan Ganjar.
Prabowo menduduki peringkat pertama (17,3 persen) dan Sandiaga Uno peringkat kedua (9,1 persen).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ada di urutan ke-tiga (8,8 persen) dan Anies di urutan ke-empat (7,8 persen).
Sementara itu, dari sisi top of mind calon presiden, Anies harus puas menduduki peringkat ketiga dengan persentase 6,66 persen.
Di posisi pertama dan kedua diduduki Jokowi (15,48 persen) dan Prabowo Subianto (13,78 persen).
• Laga Penuh Darah Lyon vs Juventus di 16 Besar Liga Champions, Ronaldo cs Tumbang 1-0 di Markas Lawan
Namun, Jokowi yang sudah dua kali menjabat sebagai presiden tidak dapat dipilih kembali untuk periode ketiga jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Survei PRC dan PPI dilakukan pada 28 Januari hingga 5 Februari 2020.
Jumlah responden sebanyak 2.197 responden di 220 desa/kelurahan secara proporsional dengan margin of error sebesar 2,13 persen.