Kasus Mantan Kakanwil Kemenag Jambi

Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Dituntut Dakwaan Primer

Tiga pihak rekanan dalam korupsi proyek pembangunan asrama haji tahun 2016 dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan dakwaan primer.

Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Dituntut Dakwaan Primer
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Tujuh Terdakwa korupsi pembangunan asrama haji tahun 2016 menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jambi. 

Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Dituntut Dakwaan Primer

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga pihak rekanan dalam korupsi proyek pembangunan asrama haji tahun 2016 dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan dakwaan primer pada persidangan Senin (24/2/2020).

Dalam persidangan itu, tujuh terdakwa menjalani pembacaan tuntutan oleh jaksa secara terpisah.

Ketiga pihak rekanan Tendrisyah, Johan Arifin Muba dan Mulyadi alias Edo dituntut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagai mana dalam dakwaan primer.

Yakni pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Dokter Bambang Terancam 15 Tahun Penjara, Ini Perannya di Korupsi Proyek Asrama Haji Jambi

Ilmuwan Menemukan Virus Corona Tidak Berasal dari Pasar Seafood Wuhan, Lantas dari Mana Infeksinya?

VIDEO: Warga Jepang Positif Terkena Virus Corona Setelah Berlibur ke Indonesia

Pada tuntutan yang dibacakan jaksa Putu Eka Suyanta menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tendrisyah dengan sembilan tahun penjara. denda 500 juta rupiah subsider enam bulan 6 penjara.

JPU Kejati juga menuntut pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian negara sebesar 2,374 miliar subsider enam tahun penjara.

Untuk terdakwa Johan Arifin Muba dituntut dengan delapan tahun enam bulan penjara, denda 500 juta subsider enam bulan penjara tanpa uang pengganti.

Sementara pada terdakwa Mulyadi alias Edo, JPU menuntut delapan tahun enam bulan pejara denda 500 juta subsider enam bulan penjara.

Serta uang pengganti kerugian negara sebesar 541 juta rupiah subsider enam tahun penjara.

"Pertimbangan yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi sehingga Menyebabkan kerugian negara," ujar Jaksa membacakan tuntutan.

Seperti diketahui dalam kasus ini, kerugian negara pada proyek pembangunan asrama haji mencapai 11,7 Miliar rupiah dari proyek bernilai 53,7 miliar.

Tendrisyah merupakan subkontraktor dalam pembangunan revitalisasi dan pengembangan asrama haji.

Arifin Muba selaku pemilik proyek pembangunan sementara Mulyadi alias Edo adalah Direktur PT Guna Karya Nusantara (GKN) Cabang Banten.

Kasus korupsi proyek asrama haji ini juga menyeret mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, M Tahir Rahman dan dua ASN yang menjadi stafnya.(Dedy Nurdin)

Konflik Dono vs Kasino selama 3 Tahun di Warkop DKI yang Tak Diketahui Orang, Istri Tak Menyadari

Nasib Anak-anak Kasino Warkop DKI Sepeninggal Ayahnya, Kini hanya Jualan Kue

Daftar 34 Film Warkop DKI Sejak 1979 s/d 1994 di Layar Lebar, Mana Tahaaan hingga Pencet

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved