Rayuan Maut TNI Gadungan di Tulungagung Taklukan 5 Orang Janda, Pelaku Ternyata Kuli Bangunan
Punya jurus rayuan maut seorang kuli bangunan yang ngaku jadi TNI berujung penjara, usai pikat 5 janda.
TRIBUNJAMBI.COM - Punya jurus rayuan maut seorang kuli bangunan yang ngaku jadi TNI berujung penjara, usai pikat 5 janda.
TNI gadungan itu punya rayuan maut dengan sasaran korbannya yang rata-rata adalah janda, dan berujung diajak menikah.
Kuli bangunan itu juga memastikan korbannya menggunakan foto yang ia pajang di sosial media.
Dari situ, korbannya terpikat dan rela untuk melakukan yang diperintah oleh TNI gadungan itu.
Tersangka TNI gadungan Kusnan Ghoibi (29) warga Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Malang melontarkan kata-kata mesra untuk memperdaya lima janda.
• BREAKING NEWS: Beraksi di Toko Boneka, Faruk Gondol Televisi 21 Inci, Alatnya Cuma Kayu

Dari awal perkenalan tersangka bersama kelima korban itu, dia sudah menjanjikan akan menikahi dan mengenalkan korban dengan orang tuanya di kampung halamannya.
Tersangka menggunakan akun media sosial perjodohan yakni aplikasi Tantan untuk berkenalan dengan korban.
Dia memajang foto profil mengenakan seragam loreng tentara yang mengaku sebagai anggota TNI AL Lantamal V Surabaya dari kesatuan Komando Pasukan Katak (KOPASKA).
Dari aplikasi Tantan, tersangka meminta media sosial para korbannya mulai dari nomor telepon Whatsapp dan Facebook Messenger.
Tersangka memajang foto mengenakan baju loreng di akun Instagram @Alikhusnanaldin
untuk menyakinkan korban bahwa dia adalah tentara.
Dari percakapan TNI gadungan bersama korban dari media sosial Tantan inilah akhirnya terbongkar bahwa tersangka merayu korban untuk dinikahi.
Pada saat itu TNI gadungan ini mengatakan kepada korban inisal TS (32) dosen wanita di PTS Surabaya sebagai berikut.
TNI gadungan: Sayang kamu mau enggak menikah dengan aku, kalau mau tidak apa-apa nanti saya perkenalkan dengan orang tua aku.
• 19 Tahun Jadi Wanita, Warga Surabaya Ini Ganti Kelamin Jadi Laki-laki, Terungkap Alasan Sebenarnya!
Korban TS menjawab: Iya saya mau yang penting kamu menerima aku dan anakku apa adanya.

Semenjak itulah tersangka menjalin hubungan asmara dengan korban TS yang mulai dekat sehingga dia mau melakukan apapun yang saya perintahkan oleh tersangka.