Berita Nasional

Luhut Binsar Pernah Terdiam Kala Benny Moerdani Marah hingga Takut Bertanya: Saya Jenderal Bintang 4

Luhut Binsar Pernah Terdiam Kala Benny Moerdani Marah hingga Takut Bertanya: Saya Jenderal Bintang 4

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Facebook Luhut Panjaitan
Luhut Panjaitan dan Benny Moerdani 

Alhasil, Benny Moerdani marah hingga membuat Luhut tak lagi berani bertanya.

Akibat sering dipanggil ke kantornya, lama-kelamaan saya jadi risih. Kebanggaan dipanggil oleh Panglima ABRI mengecil, karena pasti banyak yang tahu, dan banyak pula senior saya yang tidak senang, mungkin juga jadi iri, seorang perwira menengah dipanggil oleh jenderal bintang empat berjam-jam. Suatu hari ketika mood Pak Benny sedang bagus, saya beranikan diri bertanya, "Pak, mohon izin, lain kali kalau memanggil saya bisa kah melalui atasan saya?"" Saya curi pandang wajahnya, dan mukanya lalu mengeras. Kedua tangannya mulai menyapu-nyapu mejanya, dan saya menyesal koq berani-berani membuat beliau marah.

Tapi nasi sudah jadi bubur, saya pasrah. "Luhut!"katanya dengan nada dalam. "Saya jenderal bintang empat.!"sambil menunjukkan tanda pangkatnya di bahu "..dan kamu Letkol.!"Itu saja, dan saya sudah mengerti maksudnya. "Siap!" jawab saya. Sejak itu saya tidak pernah berani menanyakan lagi soal itu."

Ternyata kedekatan Luhut dengan Benny Moerdani berdampak pada karier Luhut di TNI.

Ini terjadi ketika Benny Moerdani tidak lagi menjadi tentara.

Luhut mengaku harus merelakan jabatan-jabatan strategis hilang dari genggaman karena faktor kedekatannya dengan Benny Moerdani.

"Beberapa tahun kemudian ketika Pak Benny pensiun, saya menerima konsekuensi karena jadi golden boys Pak Benny. Tapi saya terima itu dengan besar hati. Tidak jadi Danjen Kopassus, tidak jadi Kasdam atau Pangdam; bagi saya itu harus bayar sebagai akibat kesetiaan yang tegak lurus. Dan saya bangga mampu menjalankan nilai-nilai yang diturunkan oleh Pak Benny kepada saya."

Luhut juga sempat meminta klarifikasi isu mengenai keretakan hubungan Presiden Soeharto dengan Benny Moerdani.

Benny Moerdani memberi jawaban ketika Luhut menanyakan hal itu.

Live Streaming Mata Najwa Malam Ini 5/2/2020 Bahas Soal Karantina WNI di Natuna Terkait Virus Corona

"Beberapa tahun kemudian, Pak Benny sudah tidak punya power lagi, kecuali jabatan sebagai Menteri Hankam yang "tak bergigi"saya berpangkat Kolonel dan baru pulang dari pendidikan di NDU di Washington DC. Saya datangi kantor beliau, dan menanyakan kepada Pak Benny, rumor yang beredar di luar bahwa beliau sudah "jauh" dari Pak Harto. "Benar itu Luhut..!" katanya terus terang. Ia menjelaskan bahwa Presiden Soeharto marah kepadanya, ketika dengan cara halus mencoba mengingatkan bisnis yang dijalankan oleh putera-puterinya yang sudah kelewat batas di meja bilyar; Pak Harto lalu tiba-tiba meletakkan stik bilyar dan masuk kamar. Sejak itu, Benny Moerdani tidak pernah dekat dengan Presidennya. "Tetapi asal kamu tahu ya Luhut. Apapun sikap beliau, saya tidak pernah kehilangan kesetiaan saya kepadanya.!"

Biarpun Presiden Soeharto marah, menurut Luhut, Benny Moerdani tetap loyal terhadap Soeharto.

Jadwal Lengkap Liga Champions Babak 16 Besar, Mulai 19/2/2020, Ada Atletico vs Liverpool, Barcelona?

"Saya ingat suatu hari tahun 1983, ketika hampir terjadi krisis keamanan yang melibatkan Prabowo, saya menyampaikan kasus itu kepada Menhankam/Pangab (waktu itu) Jenderal M. Jusuf yang juga saya kagumi. Beliau berkata pendek, "Luhut, saya percaya kesetiaan Benny, saya tidak ragukan dia.! Karena Pangab sudah memutuskan, maka permasalahan sensitif tersebut selesai dengan sendirinya."

Menurut Luhut pengalaman bersama Benny Moerdani itu membuatnya mendapat banyak pelajaran.

Tidak hanya itu, Luhut juga menjadi tertarik dengan dunia intelijen.

"Banyak pelajaraan mengenai kepemimpinan dan kemiliteran yang saya pelajari dari beliau. Dan saya akui, karena pengaruh Pak Benny itulah yang membuat saya tertarik pada masalah-masalah intelijen, diantaranya dalam memelihara jaringan (networking) dengan berbagai tokoh di dunia. Beliau mempunyai buku alamat kecil yang sudah lusuh karena penuh dengan nama-nama tokoh penting dan nomor telepon hot-line yang ia bisa hubungi 24 jam sehari.

Tiga Warga Tanjab Barat Tewas, Toyota Innova Tabrakan dengan Truk Sawit di Sekernan

Kenangan manis bersama Jenderal Benny Moerdani saya tuangkan dalam biografi saya nanti. Untuk sementara saya hanya bisa katakan, Rest in Peace Jenderal Benny! Hingga hari ini saya tidak mengecewakan harapan bapak!"

(Tribunlampung.co.id)

Artikel Ini Telah Tayang di Tribun Jambi

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved