Berita Nasional

Luhut Binsar Pernah Terdiam Kala Benny Moerdani Marah hingga Takut Bertanya: Saya Jenderal Bintang 4

Luhut Binsar Pernah Terdiam Kala Benny Moerdani Marah hingga Takut Bertanya: Saya Jenderal Bintang 4

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Facebook Luhut Panjaitan
Luhut Panjaitan dan Benny Moerdani 

Di dalam laman Facebook resminya, Luhut menuliskan tentang kekagumannya pada sosok Jenderal (Purn) Benny Moerdani.

Di dalam postingannya, Luhut mengaku tiba-tiba teringat dengan sosok Benny Moerdani.

Luhut pun memutuskan berziarah ke makam Benny Moerdani yang berada di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata.

Luhut Binsar ke Makam Benny Moerdani
Luhut Binsar ke Makam Benny Moerdani (Facebook/Luhut Binsar Panjaitan)

"Tiba-tiba Saya Teringat Pak Benny.

Suatu sore, saya tiba-tiba teringat kepada almarhum Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin (Benny) Moerdani, salah satu jenderal tempur TNI yang saya kagumi. Saya sudah beberapa waktu tidak berziarah ke makamnya.

Saya pada suatu pagi minggu lalu memutuskan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata. Di pusara beliau saya memberi hormat penuh lalu mendoakan agar arwahnya diterima di sisi Nya sesuai amal jasanya sewaktu masih hidup.

Kemudian saya sentuh batu nisannya. Saya baca tulisan di nisan itu, beliau meninggal pada 29 Agustus 2004, setelah dirawat beberapa waktu di RSPAD Gatot Soebroto. Usianya 72 tahun. Relatif masih muda.

Beberapa lama saya pandang pusaranya yang sederhana, sesederhana ribuan pusara lain di TMP Kalibata yang seolah mengisyaratkan bahwa bila wafat, hanya gundukan tanah seluas 1 x 2 meter itulah yang tersisa.

Betapa pun kayanya seseorang, betapa berkuasanya sewaktu masih sehidup; hanya tanah itu yang menandakan bahwa ada sesosok manusia yang pernah hidup di dunia."

Luhut mengaku mengenal sosok Benny Moerdani saat masih berpangkat Mayor.

Menurut Luhut, sebagai atasannya berpangkat jenderal, Benny Moerdani tak segan-segan menelepon dirinya menanyakan mengenai pendidikan yang sedang dijalaninya.

Ya pada waktu itu Luhut bersama Prabowo Subianto diutus menjalani pendidikan mengenai pasukan anti teror di Jerman Barat.

"Almarhum Pak Benny saya kagumi sejak saya masih perwira menengah TNI-AD. Saya mulai kenal beliau sejak saya berpangkat Mayor, sebelum saya bersama Kapten Inf. Prabowo Subianto dikirim untuk belajar mengenai pasukan anti-teror di GSG-9 di Jerman Barat. Meski waktu itu Pak Benny berpangkat Letjen dan menjabat Asintel Hankam/ABRI, dari waktu ke waktu ia selalu minta saya berikan laporan kemajuan sekolah kami. Ia tidak malu menelepon saya dan mengajukan pertanyaan yang mendetail."

Pulang dari pendidikan, Luhut dipercaya memimpin pasukan anti teror pertama di Indonesia, Detasemen 81 (Den-81).

Sejak itu, Benny Moerdani sering memanggil Luhut ke kantornya. Banyak hal yang mereka bicarakan mengenai kemiliteran.

Spesial Februari di Swiss-Belhotel Jambi, Ada Ayam Pedas Ala India dan Tunkarepku

Kronologi Innova vs Truk PS di Jalan Lintas Sumatera, Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Orang

Ngaku Terjangkit Virus Corona, Wanita Ini Selamat dari Perkosaan di Rumah Kosong, Pelaku Pun Lari

Saking intens nya berinteraksi dengan Benny Moerdani, Luhut makin mengenal sosok jenderal tersebut.

"Setelah pulang dan saya mulai memimpin pasukan anti-teror pertama di Indonesia yaitu Datasemen 81 (Den-81), saya sering dipanggil menghadap Pak Benny di kantornya di Jalan Sahardjo (sekarang lokasinya menjadi Balai Prajurit TNI), entah menanyakan pelatihan pasukan yang baru itu, atau lain-lain. Dari situ saya mendapat kesan khusus mengenai betapa ia memiliki karakter yang sangat kuat. Auranya memancarkan wibawa ditambah dengan wajahnya yang keras dan jarang tersenyum. Saya kagum bahwa loyalitas kepada pimpinan negara dan NKRI tidak perlu dipertanyakan lagi. Setiap kata atau tindakannya mencerminkan, menurut istilah masa kini, kesetiaan yang tegak lurus ke atas."

Luhut menceritakan mengenai loyalitas Benny Moerdani terhadap pimpinannya saat itu Presiden Soeharto.

Saking loyalnya menjaga presiden, Benny Moerdani bahkan mengancam Luhut jika tidak bisa mengamankan presiden.

"Suatu hari sebelum saya mendapat penugasan memimpin operasi khusus mengamanan Presiden Soeharto dalam KTT ASEAN di kota Manila, Filipina, Pak Benny yang sudah jadi Panglima ABRI mengatakan dengan dingin, "Luhut, sejak dua atau tiga tahun lalu, sudah banyak yang antri untuk menggantikan saya, tetapi orang ini (sambil menunjuk foto Pak Harto di dinding) kalau terjadi sesuatu pada dirinya.Republik itu menjadi kacau.!" Ujarnya dengan tegas kemudian, "Jadi Luhut, taruhan keselamatan Pak Harto adalah lehermu..!" Sebagai perwira saya cuma menjawab, "Siap! Laksanakan!"

Tidak Takut, Menhan Prabowo Tidak Kenakan Masker Saat Kunjungi Natuna Bersama Menkes Terawan

VIDEO: FOTO-FOTO Kecelakaan Maut di Sekernan Innova vs Truk PS, 3 Orang Tewas

Teddy Akhirnya Menguak Sosok Pencuri Perhiasan Lina Hasil Pemberian Sule yang Bernilai Rp2 Miliar

Kedekatan Luhut dengan Benny Moerdani ternyata membuat Luhut risih.

Karena tak enak dengan rekan-rekan lain akibat sering dipanggil Benny Moerdani ke kantornya, Luhut pun memberanikan diri bertanya ke atasannya itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved