Berita Nasional
Jokowi Berani Tanggapi Ancaman dari China Soal Pembatasan Impor: Kepentingan Nasional Nomor Satu
Jokowi Berani Tanggapi Ancaman dari China Soal Pembatasan Impor: Kepentingan Nasional Nomor Satu
Jokowi Berani Tanggapi Ancaman dari China Soal Pembatasan Impor: Kepentingan Nasional Nomor Satu
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Joko Widodo berani mengambil sikap untuk keselamatan rakyatnya meski mendapat 'ancaman' dari Dubes China untuk Indonesia.
Seperti yang diketahui, Jokowi melakukan pembatasan impor dari China ke Indonesia untuk hewan hidup, seperti daging dan lainnya.
Jokowi menyatakan, sudah sewajarnya pemerintah menomorsatukan kepentingan nasional dengan membatasi komoditas impor dari China berupa hewan hidup dan menutup penerbangan dari dan ke China.
Dua kebijakan tersebut diambil untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.
• SBY Beri Restu, Demokrat Siap Dukung Gibran, Putra Sulung Jokowi di Pilkada Solo Tanpa Syarat
• Tayang Live Streaming Mata Najwa di Trans 7 Malam Ini Bahas Soal Virus Corona, Tema Menangkal Corona
• Licik, Rekam Aksi Bejatnya Tiduri Istri Orang, Pria Ini Peras Suami Korban Minta Uang Nominal Segini
• Permintaan Maaf Prabowo Tidak Bisa Bersentuhan dengan 237 WNI dan 1 WNA yang di Observasi di Natuna
"Ya apa pun, saya sampaikan bahwa kepentingan nasional kita tetap nomor satu. Dinomorsatukan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Hal senada disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. Ia mengatakan, setelah rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020) kemarin.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pembatasan impor hanya berlaku bagi hewan hidup.
Karena itu, Indonesia tetap mengimpor barang lain seperti biasa dari China.

Ia pun meyakini pembatasan impor hewan hidup dari China juga dilakukan negara lain untuk mencegah masuknya virus corona ke negara masing-masing.
"Karena tindakan Pemerintah Indonesia, juga dilakukan oleh pemerintah lain di dunia. Hingga nanti saatnya akan dicabut oleh WHO, berupa pelarangan yang terkait merebaknya virus corona tersebut," kata dia.
Sebelumnya, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menilai, rencana penghentian impor sejumlah produk dari China oleh Indonesia berpotensi berdampak negatif terhadap hubungan perdagangan kedua negara.
"Tindakan itu akan merugikan hubungan dagang antara kedua negara dan juga akan memberikan dampak negatif kepada hubungan kedua negara," kata Dubes Xiao saat memberikan keterangan di kediamannya di Jakarta, Selasa (4/2/2020), seperti dilansir dari Antara.
• Tidak Takut, Menhan Prabowo Tidak Kenakan Masker Saat Kunjungi Natuna Bersama Menkes Terawan
• Cabuli Anak Kekasihnya yang Masih Dibawah Umur, Ancam Bunuh Diri Jika Tak Dituruti Keinginannya
• Kabar Mengejutkan, Lionel Messi Ancam Tinggalkan Barcelona Dikarenakan Manajemen Gagal Soal Hal Ini
• Pamit Mencari Ikan, Pria 60 Tahun di Tebo Ditemukan Tidak Bernyawa di Sungai Alai
• 2 Bola Voli dari Polsek Jelutung untuk Warga RT 32, Ini Harapan Sederhana dari Polisi

Xiao mengatakan, hingga kini belum ada bukti bahwa virus corona dapat ditularkan melalui barang-barang impor.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebelumnya telah menyatakan ketidaksetujuannya atas tindakan pembatasan perdagangan ke China.