Air Sungai Meluap, 500 Rumah di Kecamatan Limun Sarolangun Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Limun, Sarolangun terendam banjir.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
Air Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Kecamatan Limun Sarolangun Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Limun, Sarolangun terendam banjir.
Banjir yang melanda Kecamatan Limun sejak pagi hari itu semakin meninggi saat sore hari.
"Makin tinggi airnya," kata soleh warga sekitar, Senin (3/2).
Melupanya air Sungai Batang Asai dan Sungai Batang Limun itu mengakibatkan setidaknya ada delapan desa yang ikut terdampak banjir tersebut. Diantaranya Desa Monti, Pulau Pandan, Muaro Limun, Tumenggung, Demang, Mensao, Temalang, Lubuk Bedorong.
Dari beberapa desa itu ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian 1- 2 meter.
Camat Limun, Sibawaihi mengatakan jika beberapa desa tersebut sudah berangsur surut, hanya Desa Pulau Pandan, sampai sore hari bahkan hingga malam, air masih bertahan dengan ketinggian paha orang dewasa.
"Pulau Pandan yang saat ini masih terendam," katanya.
• Sekolah di Limun dan CNG Terendam Banjir, BPBD Sarolangun Imbau Warga 4 Kecamatan Waspada
• Berbondong-bondong ke DPRD, Honorer di Muarojambi Minta Dewan Perjuangkan Nasibnya
• VIDEO: Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Wilayah Sarolangun Terendam Banjir
Atas kondisi tersebut, beberapa warga yang memiliki rumah semi permanen atau rumah yang berada di kawasan rendah terpaksa mengungsi. Mereka rerata mengungsi tak jauh dari rumahnya, dan lebih memilih mengungsi ke rumah tetanganya yang mempunyai rumah panggung.
Katanya, dari beberapa desa yang terdampak oleh banjir pihaknya belum bisa mendata secara pasti berapa jumlah rumah yang terendam.
"Sekitar 500 rumah lebih (terendam)," katanya.
Atas kondisi yang diperkirakan masih bertahan lama itu pihaknya akan mendirikan dapur umum. Dapur itu akan digunakan para warga khususnya Desa Pulau Pandan untuk memasak.
"Sore ini kita dirikan dapur untuk masak, lalu kito distribusikan ke korban," ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Pulau Pandan Jon Jasmin mengaku banjir yang melanda desanya hingga sore hari, air masih belum juga surut.
"Sore hari semakin naik," katanya.