Sekolah di Limun dan CNG Terendam Banjir, BPBD Sarolangun Imbau Warga 4 Kecamatan Waspada

Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Limun juga mengakibatkan sejumlah sekolah terendam.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Beberapa daerah di Sarolangun terendam banjir akibat Sungai Batang Limun meluap. 

Sekolah di Limun dan CNG Terendam Banjir, BPBD Sarolangun Imbau Warga 4 Kecamatan Waspada

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Limun juga mengakibatkan sejumlah sekolah terendam.

"Ada tiga SD yang melapor, di Limun ada dua sekolah, dan CNG 1 sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi.

Tiga sekolah yaitu SD 112,126, dan 145. Banjir tak hanya menggenangi halaman sekolah tetapi juga ruang kelas.

Helmi memperkirakan banjir yang terjadi akan terus bertahan hingga besok. Jika hal itu terjadi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk meliburkan siswa. 

"Kita masih melihat situasi dan kondisi, kalok terus mendalam banjirnya ya tidak bisa, tapi kalok malam ni turun ya belajar besoknya," katanya.

Kecelakaan Maut di Simpang Rimbo Jambi, Polisi Tes Urin Supir Toyota Fortuner yang Tabrak Lima Motor

Berbondong-bondong ke DPRD, Honorer di Muarojambi Minta Dewan Perjuangkan Nasibnya

VIDEO: Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Wilayah Sarolangun Terendam Banjir

Katanya, semua pihak sekolah ia instruksikan untuk mengevakuasi semua peralatan dan kelangkapan buku- buku serta aset sekolah ke tempat yang lebih tinggi.

Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan aset sekolah apabila debit banjir terus bertambah.

Katanya, menurut keterangan para guru bahwa aliran banjir itu sudah lima tahun terakhir ini kembali terjadi dan biasanya bertahan tidak lama.

"Dak lamo, mungkin besok sudah surut," katanya.

Sampai saat ini ia masih memantau keadaan sekolah yang terdampak banjir.

Sementara, pihak BPBD Sarolangun masih tetap siaga di lokasi guna mengevakuasi warga yang memiliki rumah tradisional panggung.

"Sementara kita evakuasi warga dulu," kata Kabid kedaruratan BPBD Sarolangun, Yen aswadi.

Pihak mengimbau agar warga yang berada di daerah aliran Sungai Tembesi terutama di wilayah Kecamatan Pelawan, Sarolangun, Pauh dan Mandiangin agar waspada. Hal ini karena banjir yang terjadi di wilayah Limun akan bergeser ke wilayah lain. (wahyu)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved