Kisah Militer

JENDERAL Pentagon Melongo Saksikan Kopassus Makan Ular Kobra Hidup hidup & Darahnya Langsung Diminum

TRIBUNJAMBI.COM - Tanpa ada rasa takut, aanggota Kopassus menggigit ular hidup-hidup, lalu darahnya diminum.

JENDERAL Pentagon Melongo Saksikan Kopassus Makan Ular Kobra Hidup hidup & Darahnya Langsung Diminum
Kolase/ist
Kopassus atraksi debus dan makan ular hidup-hiudp 

Perlu diketahui, keahlian meminum darah ular itu berguna bagi tentara untuk bertahan hidup di hutan dengan pasokan air dan makanan yang minim.

Dilirik Fachrori Jadi Wakil, H Bakri: Saya Maju Sebagai Calon Gubernur Bukan Wakil

Kenyang pertarungan

Meskipun kenyang pertarungan, Kopassus tidak pernah puas dengan kemampuan, sehingga mendorongnya untuk terus berlatih. Perjalanan sejarah berhasil mengukuhkan pasukan elite Indonesia sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas berat.

 

Kemampuan Kopassus bukan hanya sekadar fisik, namun juga kecerdasan. Selain itu juga memiliki kemampuan rahasia yang tidak dimiliki pasukan asing negara manapun. Ini memerlukan latihan.

Grup-grup di Kopassus.

  • Grup 1/Parakomando: berlokasi di Serang, Banten

Tinggalkan Sule, Suami Lina Kini Buka-bukaan Alasan Ibu Rizky Febian Bisa Jatuh Cinta ke Teddy

  • Grup 2/Parakomando: berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
  • Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus: berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
  • Grup 4/Sandhi Yudha: berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
  • Grup 5/Anti Teror: berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
  • *Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpinKopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen)Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.

Tetap Aman Berkendara Saat Imlek, Begini Tips dari Honda Sinsen

 

Mengapa tak tergantung teknologi?

Pada 1980-an, ABRI (TNI) hendak membentuk pasukan khusus yang memiliki kemampuan antiteror.

Dari berbagai referensi yang diperoleh, seperti ilmu pasukan khusus dari Jerman (GSG-9), Inggris (SAS), pasukan khusus antiteror Angkatan Laut Prancis dan pasukan khusus Korea Selatan.

Satuan-satuan di atas banyak mempengaruhi pembentukan pasukan khusus di lingkungan TNI.

Teknik pelatihan pasukan khusus dari sejumlah negara itu kemudian direkomendasikan Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategi Letjen TNI, LB Moerdani, untuk segera diterapkan dalam pembentukan pasukan khusus TNI di kesatuan Kopassus.

Lagi Latihan Renang, Seorang Siswi di Tebo Meninggal Tenggelam

 

Kisah Prajurit Kopassus
Kisah Prajurit Kopassus (IST)
Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved