Saksi Mata Lihat Helikopter Kobe Bryant Jatuh dan Meledak, Kobe dan Putrinya Tewas
Kobe Bryant diketahui meninggal dunia setelah helikopter yang ditumpanginya kecelakaan di kawasan Calabasas, Los Angeles, Amerika Serikat.
Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
Saksi Mata Melihat Helikopter Kobe Bryant Jatuh dan Terbakar, Kobe dan Putrinya Tewas
TRIBUNJAMBI.COM - Kepergian mendadak legenda basket terkenal asal Amerika Serikat, Kobe Bryant, menyentak publik.
Kobe Bryant diketahui meninggal dunia setelah helikopter yang ditumpanginya kecelakaan di kawasan Calabasas, Los Angeles, Amerika Serikat.
Helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun itu sempat terbang rendah, sebelum jatuh menghantam tanah, dan terbakar hebat.
Seorang saksi mata melihat langsung saat helikopter sang bintang basket itu terjun bebas lalu meledak. Berikut ini kesaksiannya:
• Gianna Maria Onore, Putri Kobe Bryant Ingin Ikuti Jejak Sang Ayah Jadi Pebasket
• Kemarin Disambut Meriah, Kini Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat: Ada Penolakan
• BREAKING NEWS: Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Warga Kasang Pudak di Kebun Ubi
Saat itu pria tersebut sedang duduk di meja ruang makannya pada Minggu pagi, ketika ia mendengar deru baling-baling helikopter.

Pagi itu berkabut, dengan jarak pandang kurang dari 60 kaki.
"Aku melihat ke arah jendela di dekat rumah Calabasas-ku dan mendengar ledakan besar, diikuti oleh beberapa detik keheningan. Kemudian bola api meletus di lereng bukit di Las Virgenes Road," katanya.
Saya benar-benar tak menduga bahwa helikopter yang jatuh di lereng bukit Santa Monica membawa legenda bola basket Kobe Bryant, serta putrinya yang masih muda, Gianna," ujarnya lagi.
Kecelakaan tragis tersebut membuat para penggemar di seluruh negara adidaya tersebut berkabung.
Sementara itu saksi mata lain sempat melihat saat helikopter itu terbakar parah.
"Saat itu jam 9:52 pagi, dan saya keluar ke jalan. Jarak pandang cukup buruk," katanya.
"Dengan menggunakan teropong, saya dapat melihat bahwa pesawat telah robek dan terbakar."
"Ternyata pesawat itu adalah helikopter, dan tersebar dalam banyak potongan di lereng bukit."
Pada menit-menit berikutnya, sekelompok petugas pemadam kebakaran tiba untuk mengatasi api.