Mengenal Kanker Payudara pada Pria, Jarang Namun Perlu Diwaspadai!
Banyak pria tak mengharapkan terkena kanker payudara. Namun faktanya, pria memiliki sejumlah kecil jaringan payudara, dan dapat terkena kanker payudar
TRIBUNJAMBI.COM- Banyak pria tak mengharapkan terkena kanker payudara. Namun faktanya, pria memiliki sejumlah kecil jaringan payudara, dan dapat terkena kanker payudara.
Menurut American Cancer Society, risiko pria terkena kanker payudara dalam seumur hidupnya adalah sekitar 1 banding 833 (1 banding 8 untuk wanita).
Diperkirakan, 2.620 pria didiagnosis penderita penyakit tersebut di tahun ini.
Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan peluang seorang pria terkena kanker payudara, namun banyak pria mengembangkan penyakit itu tanpa mengalaminya.
• Kabar Duka, Aktor Kawakan Indonesia Johny Indo Meninggal Dunia
• Telah Menyebar ke Xinjiang, Jutaan Orang di Kamp Penampungan Uyghur Beresiko Terinfeksi Virus Corona
• Kesalahan Administrasi Perpajakan di Desa Selalu Jadi Temuan Inspektorat Muarojambi
Sebagian faktor risiko ini serupa untuk pria dan wanita, kata oncologist dan Director of Breast Medical Oncology, Halle Moore, MD.
Antara lain:
Usia
Secara umum, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia pria, dengan usia rata-rata 72 tahun.
Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dan penyakit hati meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.
Riwayat keluarga
Pria lebih mungkin terkena kanker payudara jika ada anggota keluarga mengidapnya.
Mutasi genetik
Para ahli menduga, gen CHEK2 dan PTEN bertanggung jawab atas beberapa kanker payudara pada pria.
Kondisi medis lainnya
Beberapa penelitian menunjukkan, pria dengan sindrom Klinefelter lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.
• Heboh Virus Corona, Warga Merangin Diharapkan Waspada
• China Gunakan Obat Anti HIV/AIDS untuk Pasien Terinfeksi Virus Corona, Ini Dampaknya
• Fakta Baru: Peneliti Sebut Pasien Pertama Virus Corona Tidak Pernah Datangi Pasar Huanan Wuhan
Pria dengan kondisi tersebut memiliki sel setidaknya satu kromosom X tambahan.
Dibandingkan pria lain, mereka mempunyai lebih banyak hormon estrogen wanita dan lebih sedikit hormon androgen pria.
Pria yang menjalani perawatan radiasi untuk kondisi lain juga berisiko lebih tinggi mengidap kanker payudara.
Tanda paling umum dari kanker payudara pada pria meliputi:
- Benjolan di payudara yang mungkin tak menimbulkan rasa sakit.
- Kerutan atau lesung kulit pada payudara.
- Puting yang memendek.
- Kemerahan atau kerak pada puting.
- Debit dari puting.
• Diduga Terinfeksi Virus Corona, Orang Tua Ini Tega Tinggalkan Anaknya di Bandara, Foto-fotonya Viral
• Kondisi Kamar Terduga Pasien Corona di RSUD Mattaher Jambi, Pengunjung Diberi Peringatan
• TP4D Dibubarkan, Kajari Muarojambi: Pejabat jangan Takut
• Tanpa Sang Istri, Ahok BTP Tercyduk Imlek Bareng Konglomerat: Ada Hotman Paris Hingga Menteri Nadiem
Umumnya, kanker payudara didiagnosis dan dikelola dengan cara sama pada pria dan wanita.
Diagnosis dapat melibatkan pemeriksaan klinis, mammogram, ultrasound, serta biopsi.
Perawatan bisa termasuk pengangkatan payudara, operasi benjolan dan kelenjar getah bening, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi anti-estrogen.
Karena kanker payudara pada pria jarang terjadi, Dr. Moore mengatakan, sebagian besar perkiraan tentang pengobatan, kelangsungan hidup, dan hasil, berasal dari studi wanita dengan penyakit ini.
Namun, pandangan untuk pria dengan kanker payudara tergantung pada tahap di mana kanker ditemukan, bersama faktor-faktor lain.
Tindak lanjut bagi pria yang menderita kanker payudara yaitu mengadopsi gaya hidup sehat yang mencakup makan sehat, olahraga, menghindari rokok dan alkohol.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kanker Payudara pada Pria, Jarang Namun Perlu Diwaspadai"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05022018_kanker-payudara_20180205_142706.jpg)