Telah Menyebar ke Xinjiang, Jutaan Orang di Kamp Penampungan Uyghur Beresiko Terinfeksi Virus Corona
Virus Corona yang disebut berasal dari Wuhan, China kini telah menyebar di China, bahkan di negara luar China. Dikutip dari Kompas.com, sampai saat i
TRIBUNJAMBI.COM- Virus Corona yang disebut berasal dari Wuhan, China kini telah menyebar di China, bahkan di negara luar China.
Dikutip dari Kompas.com, sampai saat ini, virus tersebut telah menyebar di 12 negara.
Negara-negara tersebut, yakni China, Perancis, Jepang, Australia, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
• Heboh Virus Corona, Warga Merangin Diharapkan Waspada
• Fakta Baru: Peneliti Sebut Pasien Pertama Virus Corona Tidak Pernah Datangi Pasar Huanan Wuhan
• Diduga Terinfeksi Virus Corona, Orang Tua Ini Tega Tinggalkan Anaknya di Bandara, Foto-fotonya Viral

Sementara untuk wilayah China sendiri, diberitakan virus Corona telah menyebar hingga wilayah Xinjiang.
Dilansir dari World Of Buzz, adanya hal tersebut membuat jutaan orang di Kamp konsentrasi Uyghur beresiko terinfeksi.
Dilaporkan oleh Radio Free Asia bahwa dua pria, berusia 52 dan 47 tahun telah dipastikan terinfeksi pada Kamis (23/1/2020).
Menurut Business Insider, ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa hampir satu juta orang di kamp penampungan Uyghur.
Kabarnya kondisi kamp Uyghur buruk, dari segi infrastruktur serta fasilitas penampungan, menjadikannya tempat yang ideal untuk menyebarkan penyakit dan infeksi.

• Kondisi Kamar Terduga Pasien Corona di RSUD Mattaher Jambi, Pengunjung Diberi Peringatan
• TP4D Dibubarkan, Kajari Muarojambi: Pejabat jangan Takut
• Tanpa Sang Istri, Ahok BTP Tercyduk Imlek Bareng Konglomerat: Ada Hotman Paris Hingga Menteri Nadiem
Business Insider juga melaporkan bahwa setidaknya ada 465 kamp penampungan orang Uyghur di seluruh Xinjiang.
Penduduk di sana dikatakan memiliki tempat sampah plastik sebagai toilet mereka dan memiliki kamar tidur yang sangat kecil sehingga mereka perlu bergantian tidur.
Salah satu mantan orang Uyghur yang pernah tinggal di penampungan tersebut bernama Omir mengatakan bahwa ia harus berbagi kamar dengan 45 orang lainnya dan tidur secara bergantian karena ruang yang sempit.
Sementara itu, tahanan lain, Sayragul Sauytbay, yang melarikan diri dari kamp pada Maret 2018, berkata:
"Makanan di sana buruk, waktu tidurnya tidak bagus dan kebersihannya buruk."

Presiden Kongres Dunia Uyghur, Dolkun Isa mengatakan, seperti dikutip oleh Business Insider bahwa pengenalan virus ke dalam kamp akan memiliki implikasi serius bagi orang-orang yang berada di penampungan tersebut.
"Sehingga jutaan orang akan terancam."

• Heboh di Media Sosial Warga Jambi Diduga Tertular Virus Corona, Begini Pengakuan Sang Perawat
• Sempat Buat Heboh, Pasien yang Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso Terbukti Negatif Virus Corona
• Cerita Ardian Berhasil Ajak Ngomong Nenek Sutiyah, Bujuk Mandi Hingga Potong Rambut Sarang Tikusnya
• UPDATE: 7 Fakta-fakta Wabah Corona, Dokter Tewas Usai Rawat Pasien, 1.400 Terinfeksi