Berita Selebritis
Ini Bakal Terjadi Jika Ashanty Tak Segera Diobati, Kadar Merkuri di Tubuhnya nyaris Lewat Batas Atas
Kadar merkuri di dalam tubuh penyanyi berusia 35 tahun itu sempat dinyatakan hampir mencapai batas paling maksimal.
Ini Bakal Terjadi Jika Ashanty Tak Segera Diobati, Kadar Merkuri di Tubuhnya nyaris Lewat Batas Atas
TRIBUNJAMBI.COM - Penyakit yang diderita istri Anang Hermansyah, Ashanty kembali jadi sorotan publik.
Baru-baru ini, Ashanty bererita soal hasil pemeriksaan darah yang kurang baik hingga sempat stres.
Kini, perlahan Ashanty mulai mengatur pola makannya agar bisa menjaga kesehatannya.
Akhir November lalu Ashanty sempat dirawat di rumah sakit akibat bentol-bentol yang berasal dari penyakit autoimunnya.
Kini setelah pulih lagi ia tak ingin terlalu banyak mengingat masa-masanya sakit.
"Sehat. Duh jangan bahas sakit-sakit melulu. Enggak boleh dibahas," kata Ashanty saat konferensi pers pembukaan gerai makanannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Kadar merkuri tinggi hampir sampai batas atas
Ashanty berpendapat, sumber penyakit itu biasanya berasal dari pikiran dan makanan.
"Semua itu ada di dalam pikiran. Kemarin agak rada stres karena dapat vitamin banyak banget dari dokter, kan, aku tuh dapat hasil darah jelek karena makanan," ucap Ashanty.
Kadar merkuri di dalam tubuh penyanyi berusia 35 tahun itu sempat dinyatakan hampir mencapai batas paling maksimal.
"Merkuri aku tinggi, dari satu sampai sepuluh, aku 9,8 jadi kurang bagus untuk tubuh kita."
"Jadi aku sekarang hati-hati makan ikan. Jadi bukan ikannya yang enggak sehat, jangan salah persepsi loh ini," tutur Ashanty.
• Heboh Gadis Jambi Blak-blakan Jual Jasa BO di Facebook, Netizen: Apo Minusnyo? Ado Klengkapan Dak!
• Tuntut Chen Dipecat dari Exo, Puluhan Fans Lakukan Aksi Demo Hingga Berani Ucapkan Kalimat Ini
• Update Kondisi Buruk Ashanty, Hasil Cek Darah Ada Kandungan Merkuri Tinggi, Ternyata Ini Bahayanya
Terlalu sering makan makanan laut, hati-hati
Wanita berdarah Jawa dan Arab ini merasa dirinya yang terlalu sering mengonsumsi ikan menjadi penyebabnya.