Berita Jambi

Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan

Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan

Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan
Tribunjambi.com/Nurlailis
Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan 

Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sinergi dan kolaborasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, LSM, perguruan tinggi, dan perusahaan, merupakan salah satu solusi yang sangat dibutuhkan dalam penanganan pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba.

Hal itu mencuat pada diskusi bertajuk, Bincang Pagi “Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi: Strategi Penguatan dan Pemberdayaan”, yang digelar Jumat, (17/1/2020), di Fellas Cafe.

Diskusi yang diselenggarakan Tim Resolusi Konflik PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa (WMW) tersebut melibatkan berbagai pihak.

KKI Warsi Angkat Isu Orang Rimba dan Community Carbon di Festival Media 2019

Menyuarakan Kelompok Orang Rimba yang Terpinggirkan di Jambi

Mulai dari pemerintah, perusahaan, LSM, hingga perguruan tinggi. Hadir sebagai narasumber diskusi Antropolog Universitas Diponegoro Adi Prasetyo, KKI WARSI Robert Aritonang, Public Affairs GM PT Royal Lestari Utama (RLU) Arifadi Budiarjo, serta Disdukcapil Provinsi Jambi.

"Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan kawasan Hutan Tanaman Industri secara lestari adalah laju perambahan yang masif dan menciptakan potensi konflik yang kompleks. Hal ini berdampak pada kondisi orang rimba berada dalam kondisi rentan," jelas Public Affairs GM PT Royal Lestari Utama (RLU), Arifadi Budiarjo.

orang rimba
orang rimba (TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO)

Selaku pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Royal Lestari Utama (RLU) sebagai induk dari PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa (WMW) sudah merespons situasi itu dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.5/PHPL/UHP/PHPL.1/2/2016 tentang Pedoman Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik yang salah satu rekomendasinya adalah pembentukan tim resolusi konflik yang bersifat multipihak.

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 2018 lalu dibentuklah Tim Resolusi Konflik (TRK) LAJ dan WMW oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Kelompok kerja (Pokja) Suku Anak Dalam, sebagai bagian dari TRK, berkolaborasi dengan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya mengembangkan berbagai upaya pemberdayaan.

Seperti pelayanan kesehatan rutin, program pendidikan, pemberian bantuan pangan, pembuatan e- KTP dan melakukan rintisan program pertanian untuk ketahanan pangan mereka yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selain itu program-program tersebut dimaksudkan untuk mendampingi orang rimba yang saat ini dalam proses transisi dari pola hidup yang bergantung pada hutan agar bisa memiliki pola penghidupan yang berkelanjutan.

Potret Orang Rimba dalam Proses Transisi, Diskusi Bersama dengan Pemangku Kepentingan (Tribunjambi.com/Nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved