Fakta Dibalik Pengakuan Anak Kedua Hakim PN Medan Tiap Malam Jumat Pelaku Lakukan Ini Dengan Ayahnya

Anak kedua hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaludin (55), yang ditemuinya tewas di dalam mobilnya di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa

Editor: rida
kompas.com
Dalam rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin, Zuraida memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli barang-barang untuk digunakan dalam pembunuhan. Terungkap Zuraida menjanjikan Rp 100 juta untuk biaya umroh setelah pembunuhan.(KOMPAS.COM/DEWANTORO) 

TRIBUNJAMBI.COM- Anak kedua hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaludin (55), yang ditemuinya tewas di dalam mobilnya di jurang kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Fame, Kecamatan Kutalimbaru, menyebut salah satu tersangka, Jeffry Pratama (JP/42), sering datang ke rumah setiap hari Kamis malam.

Anak kedua hakim Jamaludin itu bernama Rajif. Dia menjelaskan kepada wartawan saat melihat lokasi penemuan ayahnya sudah dalam keadaan kaku di dalam mobilnya di kebun sawit itu.

Bejat! 6 Tahun Pasutri Perkosa Anak Angkat, Adegannya Direkam! Pelaku Kepala Sekolah dan Pengawas

Apa Isi Kinder Joy Sebenarnya? Ternyata Isi Bulatan Ini yang Bikin Anak-anak Suka

4 Perbedaan SNPTN 2019 dengan SNMPTN 2020 - Sekali kesempatan Ikut UTBK hingga Pemeringkatan Siswa

Rajif tiba di lokasi pada pukul 15.27 WIB dengan mengenakan kemeja lengan panjang garis-garis putih biru.

Menurut pria berkacamata itu, kelakuan para tersangka tidak manusiawi dan harus dihukum seumur hidup.

Rajif yang sejak Agustus 2019 tinggal di Jakarta untuk kuliah itu mengaku tidak kenal dengan para tersangka.

Beda Dengan Anies Baswedan, Ini Rahasia Bu Risma dan Banjir Surabaya yang Bisa Surut dalam 3 Jam

VIDEO: Heboh Muncul Lagi Kerajaan Sunda Empire di Bandung, Gunakan Seragam Bak Militer

Pasti Lebih Murah! Ini Perbandingan Biaya Konsumsi Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Mesin Bensin

JP seminggu sekali datang ke rumah

Dia mengaku ngeh dengan tersangka setelah ada polisi menunjukkan identitas pelaku.

"Awalnya nggak ngeh. Baru ngeh setelah ada polisi dan wartawan datang. Dulu sering datang ke rumah, tapi tak begitu kenal," katanya.

Tersangka yang sering datang itu adalah JP.

Rajif menjelaskan, saat dirinya masih di rumah, dia mengetahui bahwa JP sering ke rumah dan main dam batu dengan ayahnya (korban).

8 Bisnis Musiman Jelang Tahun Baru Imlek, Jualan Baju Cheongsam sampai Desain Angpau

Mobil Pengangkut Durian Tabrak Siswa, lalu Tabrak Tembok Rumah Warga hingga Tembok Jebol

Download Lagu MP3 Didi Kempot Full Album Terbaru 2020, Ada Video Lengkap 2 Jam Nonstop Dangdut Koplo

Benarkah WhatsApp Bakal Berbayar Pada 2020? Ini Fakta-faktanya

"(JP) sering datang ke rumah, setiap hari Kamis malam. Seminggu sekalilah. Ramai datangnya. Dia ya masuk ke dalam rumah, main dam batu sama ayah sampai tengah malam," katanya.

Ketika ditanya apakah saat itu ZH juga berada di lokasi bersama dengan ayahnya, JP, dan lainnya, menurut Rajif, biasanya ZH tidak ikut.

"Itu sebelum saya ke Jakarta. Spesifik tahunnya lupa. Ibu (ZH) waktu itu tidurlah. Kenapa setiap malam Jumat, saya tak tahu," katanya.

Tidak ada gelagat keretakan rumah tangga

Rajif menambahkan, selama ini antara ayahnya dan ZH tampak tidak ada masalah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved