WIKIJAMBI Produksi Nanas Berlimpah, Petani di Tanjab Timur Olah Nanas Jadi Dodol dan Sirup

Tidak hanya mengandalkan hasil buah yang dikenal legit, para petani di Tanjab Timur mulai melirik olahan nanas menjadi dodol.

WIKIJAMBI Produksi Nanas Berlimpah, Petani di Tanjab Timur Olah Nanas Jadi Dodol dan Sirup
Tribunjambi/Abdullah Usman
Perkebunan nanas di Tanjab Timur yang tak kalah legit dari nanas Tangkit. 

WIKIJAMBI Petani Nanas di Tanjab Timur Mulai Kembangkan Dodol dan Sirup Nanas

TRIBUN JAMBI, MUARA SABAK - Tidak hanya mengandalkan hasil buah yang dikenal legit, para petani di Tanjab Timur mulai melirik olahan nanas menjadi dodol. Dan saat ini produksi sudah dimulai.

Guna memajukan dan mengembangkan nanas di Tanjabtim, para petani mulai merambah kuliner dari olahan bahan baku nanas. Satu diantaranya olahan nanas menjadi dodol.

Saat ini olahan dodol tersebut, sudah beberapa kali diproduksi dan dipasarkan. Hanya saja olahan tersebut dipasarkan secara terbatas karena belum memiliki izin dan persyaratan yang masih dalam proses.

"Satu diantaranya terkait perizinan industri rumah tangga (PIRT) yang saat ini masih dalam proses di Dinas Perdagangan," ujar Juniarti.

WIKIJAMBI Punya Nanas dengan Rasa Legit, Petani di Tanjab Timur Kesulitan Cari Pasar

WIKIJAMBI Selain Tangkit Tanjab Timur Juga Miliki Kebun Nanas yang Memiliki Rasanya Tak Kalah Legit

Keindahan Wisata Danau Sipin Buat Penasaran, Pemkot Jambi Butuh Rp50 Miliar untuk Buat Sempurna

Saat panen sebelumnya yang cukup banyak, akhirnya petani (perempuan) berinisiatif untuk mencoba mengolah nanas yang melimpah tadi menjadi sebuah cemilan ringan.

Dari beberapa kali hasil percobaan tersebut ternyata cukup memuaskan, karena dinikmati dan dapat diterima oleh lidah masyarakat sekitar. Dengan demikian para petani semakin semangat dan yakin untuk mengembangkan dodol nanas tadi.

Namun untuk produksi massal dan diedarkan, para petani sendiri masih belum berani melakukannya karena lambatnya proses pengurusan izin tadi. Jika semua proses dan syarat telah selesai tentunya produksi akan segera dilakukan.

"Kalo sekarang ini untuk dodol nanas sendiri, kita baru produksi jika ada pesanan saja. Atau untuk kegiatan tertentu saja kalau secara SDM kita sudah siap," tuturnya.

Tidak menutup kemungkinan, untuk kuliner lain juga bisa dikembangkan lagi diantaranya sirup nanas yang juga cukup diminati. Dimana uji coba sudah dilakukan dan hasilnya juga memuaskan.

"Intinya kita masih munggu PIRT tadilah, kalo sudah keluar tentu akan banyak olahan lain dari buah nanas ini," tambahnya.

"Karena kalau kita mau keluarkan hasil olahan ini selalu ditanya PIRT nya sudah ada apa belum, nah itu kita jadi takut mau memasarkan kalo belum lengkap," pungkasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved