WIKIJAMBI Punya Nanas dengan Rasa Legit, Petani di Tanjab Timur Kesulitan Cari Pasar

Dalam sepekan petani nanas di Tanjab Timur bisa memanen hingga 500 biji nanas.

WIKIJAMBI Punya Nanas dengan Rasa Legit, Petani di Tanjab Timur Kesulitan Cari Pasar
Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani nanas di Tanjab Timur kesulitan pasarkan hasil kebunnya. 

WIKIJAMBI Punya Nanas dengan Rasa Legit, Petani di Tanjab Timur Kesulitan Cari Pasar

TRIBUN JAMBI, MUARA SABAK - Dalam sepekan petani nanas di Tanjab Timur bisa memanen hingga 500 biji nanas. Pemasaran masih mengandalkan pasaran lokal dan pelanggan dari luar.

Semakin berkembang dan menunjukkan tren positif dalam pengembangan usaha perkebunan nanas, para petani sedikit kesulitan dalam melakukan pemasaran hasil buah.

Selain mengandalkan pembeli lokal baik dari pasaran, ataupun pelanggan tetap yang datang dari luar kabupaten, para petani juga mengandalkan pembeli borongan dadakan.

"Pembeli borongan tersebut seperti orang yang membutuhkan nanas untuk kebutuhan acara, semisal resepsi atau hajatan dan pesta lainnya. Biasanya mereka membutuhkan pasokan nanas cukup banyak," ujar Juniarti pemilik kebun.

WIKIJAMBI Selain Tangkit Tanjab Timur Juga Miliki Kebun Nanas yang Memiliki Rasanya Tak Kalah Legit

Keindahan Wisata Danau Sipin Buat Penasaran, Pemkot Jambi Butuh Rp50 Miliar untuk Buat Sempurna

Pemkot Jambi Siapkan Rp24 Miliar, 1.000 LPJU Akan Dipasang 2020

Namun diakuinya, kondisi tersebut tidak selamanya baik ditambah kondisi pasokan nanas cukup banyak (lagi musim nanas). Para petani akan kesulitan untuk dapat memasarkan buah panen mereka.

"Kadang tu kito siap panen banyak ruponyo nanas luar jugo banyak yang masuk, atau berbarengan dengan nanas Tangkit tadi," ujarnya.

Perkebunan nanas ini dikelola beberapa petani dan pemilik lahan (kelompok tani). Dalam sekali panen kelompok tani perpekannya mampu mengumpulkan lebih kurang 500an biji nanas dan dihargai Rp3000 per bijinya.

Selain permasalahan tadi, ada pula yang menghantui para petani seperti permasalahan pada umumnya serangan hama babi hutan. Sebenarnya hama tersebut tidak memakan hanya saja merusak pada pokok batang.

Sehingga jika sudah diserang oleh hama tadi, kemungkinan besar pokok nanas tadi akan mati dan otomatis mengganggu hasil produksi nanas pada panen berikutnya.

"Berbagai upaya sudah kita lakukan namun belum terlalu membuahkan hasil mungkin karena di lokasi kebun ini merupakan habitat hama tersebut jadi sulit untuk dibasmi, kita hanya membuat jaring penghalau saja namun itu pun masih bisa diterobosnya," jelasnya.

Dirinya juga memberikan tips bagi pembeli untuk mendapatkan nanas dengan kualitas dan rasa manis yang legit, diantaranya pilihlah nanas yang benar-benar sudah berusia tua siap panen namun jangan memilih yang kulitnya sudah berwarna kuning secara keseluruhan.

Pilihlah nanas yang memiliki permukaan kulit berwarna hijau kekuningan, karena nanas dengan jenis tersebut kualitas daging akan lebih renyah dan legit. Terutama dari soal rasa manis yang dikeluarkan akan berbeda dengan nanas yang telah berwarna kuning penuh.(*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved