Klaim China Atas Perairan Natuna, Operasi Siaga Tempur Diarahkan ke Natuna Utara Mulai 2020

Pemerintah Indonesia menegaskan tak mengakui klaim China atas hak historis terhadap perairan Natuna. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kap

Klaim China Atas Perairan Natuna, Operasi Siaga Tempur Diarahkan ke Natuna Utara Mulai 2020
Istimewa
Foto Ilustrasi: Setelah upacara, Korem 042/Gapu menggelar pawai karnaval keliling Kota Jambi menggunakan alat utama sistem pertempuran (Alustsista). 

Namun, pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan, China memiliki sejarah yang tak terpisahkan dengan perairan Laut China Selatan.

"China mempunyai hak historis di Laut China Selatan. Para nelayan China sudah lama terlibat dalam kegiatan perikanan di perairan-perairan terkait di dekat Kepulauan Nansha, yang selama ini legal dan absah," kata Geng Shuang dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (31/12/2019).

Download Lagu MP3 Nissa Sabyan Full Versi Sholawat Gambus 2020, Video Habib Syech dan Haddad Alwi

NAK KEMANO KITO: Agenda Minggu Ini di Jambi Konser Nissa Sabyan s/d Festival Durian

VIDEO BREAKING NEWS: Lina Mantan Istri Artis Komedian Sule Dikabarkan Meninggal Dunia

Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Ada Piala FA, Laga Manchester United vs Wolfes Live Streaming RCTI

Indonesia perketat penjagaan di Natuna

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, para kementerian dan lembaga terkait sepakat untuk memperketat patroli di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di perairan Natuna.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Bakamla RI Laksamana Madya (Laksdya) Achmad Taufieqoerrochman.

Ia mengatakan, Bakamla akan menambah jumlah personel untuk melakukan patroli di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Jelas, saya saja sudah kirim lagi kok. Itu dinamika. Jadi tidak usah rapat pun sudah otomatis itu. Itu kewenangan di satuan masing-masing," kata Taufieqoerrochman di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Dalam kondisi seperti sekarang ini, Taufieq mengatakan, Bakamla tetap berada di depan dalam memimpin patroli meski tetap dibantu oleh personel TNI.

"Pasti ada. TNI pun pasti mengerahkan kekuatan juga. Tapi dalam kondisi saya bilang memang Bakamla di depan. Orang sekarang lebih senang menggunakan white hull (strategi pendekatan) daripada grey hull," ujarnya.

Secara terpisah, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono memimpin pengendalian operasi siaga tempur di perairan Natuna Utara.

Halaman
123
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved