Berita Jambi

Pakai Perahu, Wawako Maulana Tinjau Daerah Rawan Banjir di Kawasan Danau Sipin

Pakai Perahu, Wawako Maulana Tinjau Daerah Rawan Banjir di Kawasan Danau Sipin

Penulis: Nurlailis | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Nurlailis
Pakai Perahu, Wawako Maulana Tinjau Daerah Rawan Banjir di Kawasan Danau Sipin 

Pakai Perahu, Wawako Maulana Tinjau Daerah Rawan Banjir di Kawasan Danau Sipin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi, Maulana bersama kepala dinas terkait, melakukan peninjauan daerah rawan banjir, di sepanjang kawasan Danau Sipin, Kota Jambi dengan menggunakan perahu, Jumat (3/1/2019).

Di sini Wawako melihat lokasi pintu Sungai Kambang dan pintu Sungai Sipin yang pada tahun 2020 akan dibangun pintu air untuk mengontrol ketinggian air di Danau Sipin agar tetap stabil.

Wawako Maulana mengatakan saat ini ketinggian air berada pada ketinggian 13,25 meter dan berada pada status waspada.

Rumahnya Terendam Banjir, Pria Ini Mendadak Kaya Dalam Semalam Karena Temukan Emas Usai Cuci Piring

Diantar Polisi ke Rumahnya, Polres Tangguhkan Penahanan Tersangka Laka Tunggal di Kuala Tungkal

Siswanya yang Hilang di Kawasan Danau Kaco Belum Ditemukan, SMAN 2 Sungaipenuh Gelar Salat Hajat

Peninjauan dilakukan dengan tujuan untuk melihat kesiapan sarana prasarana dari masing masing OPD baik dari personel, obat-obatan hingga logistik.

"Jika ketinggian sudah mencapai 13.75 memasuki siaga 3 maka pemkot akan segera melakukan apel kesiapsiagaan untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya.

Wawako mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggi di lokasi rawan banjir untuk memprioritaskan kelompok lansia, balita dan ibu hamil untuk dievakuasi.

Wawako Maulana meninjau lokasi daerah rawan banjir
Wawako Maulana meninjau lokasi daerah rawan banjir (Tribunjambi/Nurlailis)

Seluruh lurah dan camat se Kota Jambi juga harus memonitor dan mengelompokkan kelompok prioritas tersebut.

Usai dari danau sipin Wawako, Maulana dan kepala OPD lainnya melanjutkan peninjauan ke pintu air sungai asam melihat penanganan masalah sampah untuk mencegah terjadinya banjir.

Pintu air Sungai Asam yang berada di kawasan angso duo yang saat ini dikelola BWSS VI Jambi terus melakukan menyaringan sampah dipintu air untuk mecegah terjadinya banjir.

Menurut PPK OP SDA III BWSS VI, Hernanda Kristandi, dalam 1 kali evakuasi jumlah sampah yang diangkut adalah 3 ton.

“Evakuasi sampah dilakukan dua kali dalam seminggu, artinya dalam seminggu jumlah sampah yang dievakuasi mencapai angka 6 ton sampah yang didominasi sampah plastik,” paparnya.

Ia mengatakan jumlah volume sampah ini jauh meningkat jika dibandingkan sebelum musim penghujan.

Sebelum musim penghujan pihak BWSS VI mengevakuasi sampah 1 bulan 4 kali, yang setiap evakuasi volume sampah 1 ton.

"Biaya operasional untuk membersihkan sampah di pintu air menghabiskan dana yang cukup besar yaitu Rp 20 juta rupiah sekali evaluasi,” jelasnya.

Dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena pintu air adalah untuk menangani banjir, bukan menangani masalah sampah.

Pakai Perahu, Wawako Maulana Tinjau Daerah Rawan Banjir di Kawasan Danau Sipin (Nurlailis/Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved