Luthfiah: Perempuan Jangan Mau Lagi Hanya Dijadikan Syarat Kelulusan Perpol

Luthfiah menyampaikan bahwa keterwakilan perempuan dalam legislatif di Provinsi Jambi di periode 2019 - 2024 sedikit membaik dibanding periode 2014-20

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi Luthfiah menyampaikan bahwa keterwakilan perempuan dalam legislatif di Provinsi Jambi di periode 2019 - 2024 sedikit membaik dibanding periode 2014-2019 lalu.

Sebelumnya Kota Sungai Penuh perwakilan perempuan minim, namun periode ini sudah terpenuhi.

"Tahun lalu masih ada dua daerah keterwakilan perempuan legislatifnya yang minim, yaitu di Sungai Penuh dan Merangin. Alhamdulillah ditahun ini, kota Sungai Penuh sudah terpenuhi. Kecuali Merangin masih kosong. Ini menjadi PR kita untuk mendorong perempuan-perempuan supaya mereka lebih meningkatkan lagi kualitas dirinya," Kata Luthfiah Kepada Tribunjambi.com, Kamis (26/12/2019).

Pemprov Jambi Cairkan Beasiswa Sampai Rp14 Miliar Lebih, Cek Siapa Saja Penerimanya

Genggaman Ibu Terlepas, Bocah SD Hanyut Terbawa Arus Sungai di Sarolangun

Pilkada Sungai Penuh, Syafriadi Siap Jadi Pasangan Bakal Calon Walikota Terpilih

Minimnya peran perempuan di legislatif tersebut, kata Luthpiah, dikarenakan pada saat proses rekrutmen, terkadang perempuan cuma untuk pemenuhan prasarat satu, atau dua partai supaya bisa lulus dalam pemilu. Namun setelah proses seleksi dan sebagainya, ternyata perempuan tidak diberdayakan dengan baik.

Oleh karenanya, Luthpiah mengimbau agar perempuan jangan mau lagi hanya dijadikan syarat satu partai politik untuk diluluskan menjadi kontestan dalam Pemilu.

"Jangan seperti itu lagi. Ini harus dimulai dari perempuan yang sudah duduk sekarang dilembaga legislatif, harus bisa mengembangkan dan mengkampanyekan perempuan harus memilih perempuan," ajaknya.

Selain itu, pihaknya pun juga mendorong melalui kegiatan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg). "Kita juga mendorong melalui kegiatan Bacaleg untuk calon anggota legislatif perempuan, agar tertanam nilai sosial yang mampu menekan nilai ekonomi mereka," tuturnya.

Bukan hanya itu saja, Luthpiah meminta masyarakat untuk memberikan ruang, akses dan perlindungan bagi perempuan. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek namun harus menjadi subjek pembangunan itu sendiri.

"Diharapkan kedepan perempuan-perempuan khususnya di Provinsi Jambi harus lebih punya integritas, dan dedikasi. Mari bersama-sama mensosialisasikan ini kepada masyarakat umum lainnya, jangan dibatasi atau dimarjinalkan perempuan yang ada. Mulai dari anak kecil hingga dewasa harus diberi akses agar dapat berkiprah dipembangunan. Inilah yang kita inginkan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu syarat dalam partai politik adalah agar dapat menyertakan paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusannya dan begitu juga untuk Bacaleg.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved