Ratusan Karyawan Perusahaan di Merangin Di-PHK Sepanjang 2019

Selama 2019, sebanyak 32 kasus konflik antara karyawan dan perusahaan terjadi di Kabupaten Merangin.

Ratusan Karyawan Perusahaan di Merangin Di-PHK Sepanjang 2019
Tribunjambi/Muzakkir
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Merangin Jangcik Mohza. 

Ratusan Karyawan Perusahaan di Merangin Di-PHK Sepanjang 2019

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Selama 2019, sebanyak 32 kasus konflik antara karyawan dan perusahaan terjadi di Kabupaten Merangin.

Aduan karyawan tersebut didominasi kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan. Dan karyawan menuntut hak-haknya yang tidak dipenuhi oleh perusahaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Merangin Jangcik Mohza menyebut, dari jumlah aduan konflik karyawan dengan perusahaan tersebut tiga diantaranya berlanjut ke PPHI (Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial) di Jambi.

Bawaslu Kota Jambi Umumkan 33 Panwascam, Ada yang Berprofesi Jadi Kepsek hingga Guru Tahfiz

Dua Sekolah Dibuat Luluh Lantak Si Jago Merah, 500 Siswa di Tanjab Barat Terpaksa Ngusi Belajar

Diduga Akibat Arus Pendek, Dua Sekolah di Tanjab Barat Habis Terbakar

Jamtos Tawarkan Diskon 20 Persen untuk Pernak Pernik Natal, Ada Kostum Santa Claus

"Sejak Januari hingga Desember 2019 ini ada 32 kasus aduan karyawan dengan perusahaan. 29 kasus terselesaikan dengan mediasi dan 3 kasus penyelesaiannya berlanjut ke PPHI di Jambi," ungkap Jangcik, Rabu (18/12).

Dari puluhan kasus itu, terdapat ratusan karyawan yang melapor, sebab satu kasus ada puluhan orang yang terlibat di dalamnya.

Dia juga membenarkan jika persoalan ini kebanyakan terkait dengan PHK.

"Yang banyak itu masalah PHK dan karyawan menuntut uang pesangon, uang penghargaan dan hak-hak karyawan lainnya," katanya.

Ditanya perusahaan apa saja yang terlibat kasus dengan karyawan? Meski tidak menyebutkan secara rinci, dikatakan Jangcik hampir semua perusahaan di Merangin, seperti perusahaan sawit, karet, leasing, dan sebagainya.

"Baik perusahaan besar maupun kecil, termasuk grosiran maupun yang sifatnya financial seperti leasing ada yang melapor," pungkasnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved