Empat Kades Dilaporkan Selewengkan Dana Desa, Kajari Sarolangun: Semua Kepala Desa Hati-hati

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun sudah menerima laporan dugaan korupsi di empat desa Kabupaten Sarolangun.

Empat Kades Dilaporkan Selewengkan Dana Desa, Kajari Sarolangun: Semua Kepala Desa Hati-hati
ist
Tim pidsus dan intelijen Kejaksaan Negeri Sarolangun menjemput paksa mantan Kades Talang Emas (YD). 

Empat Kades Dilaporkan Selewengkan Dana Desa, Kajari Sarolangun: Semua Kepala Desa Hati-hati

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun sudah menerima laporan dugaan korupsi di empat desa Kabupaten Sarolangun.

Laporan itu terkait dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) maupun dana Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK).

Untuk membuktikan itu, pihak kejari dalam mengambil sikap tidak terlalu gegabah dan akan melakukan penyidikan kebenarannya laporan tersebut.

Laporan itu juga mencuat pasca dilakukannya penjemputan paksa tersangka (YD) mantan Kades Bukit Talang Emas, Kecamatan Singkut.

Ia diduga telah melakukan penyimpangan Dana Desa sebesar Rp 400 juta.

"Penyimpangan Dana Desa yang merugikan negara," kata Munif, Kajari Sarolangun.

Sungai Batang Limun Masih Meluap, Banyak Motor Mogok Nekat Terjang Banjir

Konflik Petani Bukit Hijau dengan PT BBIP, Tim Terpadu Kecewa Perusahaan Ingkar Janji

Tandatangani Pakta Integeritas, Ditlantas Polda Jambi Minta Jajarannya Tak Lakukan KKN

Dinas PUPR Batanghari Optimis Serapan Anggaran Capai 100 Persen

Untuk laporan keempat desa yang sudah masuk ke meja Kajari Sarolangun masih dalam tahap pemeriksaan berkas.

Munif mengatakan ada beberapa pengaduan yang masuk diduga adanya penyimpangan Dana Desa maupun P2DK yang berasal dari perangkat desa itu sendiri.

"Pengaduan itu berasal dari BPD maupun warga desa setempat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved