Berita Batanghari

Program Bedah Rumah di Batanghari Ternodai, Warga Ini Dimintai Rp 2 Juta

Pemerintah Kabupaten Batanghari, masih melanjutkan program bedah rumah untuk keluarga yang kurang mampu.

Program Bedah Rumah di Batanghari Ternodai, Warga Ini Dimintai Rp 2 Juta
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE
Ilustrasi. Program pembangunan rumah tak layak huni di Kerinci. 

Program Bedah Rumah Ternodai, Warga Desa Sengkati Baru Mengaku Diminta Rp 2 Juta

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Pemerintah Kabupaten Batanghari, masih melanjutkan program bedah rumah untuk keluarga yang kurang mampu.

Ratusan rumah dibedah tiap tahunnya rata di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Batanghari.

Program ini menyasar kepada masyarakat yang rumahnya tak layak huni dan seharusnya tanpa dipungut biaya alias gratis.

Namun, beredar informasi bahwa program ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meminta pungutan biaya kepada warga yang ingin rumahnya dibedah oleh pemerintah.

BREAKING NEWS: Pelajar di Sarolangun Tewas di Tempat, Terkapar Masih Kenakan Seragam Sekolah

Seperti yang dituturkan oleh salah satu warga di Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari belum lama ini.

Warga yang tak ingin disebutkan namanya ini menyebut bahwa ia didatangi oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan pemerintah untuk meminta sejumlah uang agar rumahnya dibedah pada 2020 mendatang.

"Iya dia mengatasnamakan pemerintah dalam program bedah rumah untuk minta uang," ujarnya kepada wartawan.

Dikatakannya, dirinya sudah tiga tahun mengajukan kepada pihak pemerintah agar rumahnya diperbaiki.

Halaman
123
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved