Waspada DBD

Sekolah-sekolah Juga Didatangi, Fogging dan Pemberian Bubuk Larvasida Digencarkan di Muarojambi

Dinas Kesehatan Muarojambi mulai melakukan fogging dan pemberian bubuk larvasida Tidak hanya melalui dinas, sejumlah Puskesmas

Sekolah-sekolah Juga Didatangi, Fogging dan Pemberian Bubuk Larvasida Digencarkan di Muarojambi
Tribunjambi/Nurlailis
Ilustrasi: Aktifkan peran Warga, program fogging dan bedah rumah di Kelurahan Pakuan Baru. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dinas Kesehatan Muarojambi mulai melakukan  fogging dan pemberian bubuk larvasida Tidak hanya melalui dinas, sejumlah Puskesmas juga diminta melakukan upaya pencegahan DBD. Satu di antaranya Puskesmas yang ada di Sekernan Ilir.

Kepala Puskesmas Sekernan Ilir, Desna menyebutkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menjaga lingkungan. Ia menyebutkan, penyebab dari berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti karena lingkungan yang kotor.

"Kita sudah lakukan sosialisasi ke masyarakat-masyarakat untuk menjaga kebersihan terutama air ya, karena memang hidupnya nyamuk penyebab DBD itu ada di air. Jadi kita minta untuk menjaga kebersihan air dan lingkungan," sebutnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan pihaknya juga telah melakukan pemberian bubuk larvasida kepada masyarakat melalui kader-kader yang ada.

Tidak hanya kepada masyarakat, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan dengan mendatangi sekolah-sekolah.

"SD, SMP dan SMA khususnya yang di Sekernan Ilir sudah kita datangi, kita cek kondisi bak penampungan air mereka, ada satu atau dua sekolah yang airnya kurang bersih itu kita minta kuras. Kemudian kita berikan bubuk larvasida," terangnya.

Sementara itu, soal pasien yang menderita DBD kata Desna sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan pasien yang positif terkena DBB.

Namun, untuk gejala-gejala penyakit DBD ada beberapa orang yang datang dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit.

"Kalau datang dalam kondisi positif itu belum ada. Tapi laporan dari rumah sakit itu ada tiga orang warga sini yang terkena.

Yang datang itu rata-rata masih gejala, seperti kondisi badan yang panas beberapa hari yang tidak turun,batuk pilek, kita langsung rujuk ke RS untuk cek labor," katanya.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi dari Januari sampai 28 November 2019 tercatat ada 225 orang yang terserang DBD.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved