Waspada DBD

225 Warga Diserang DBD, Tiga Dirujuk ke RSUD Raden Mattaher dan RS Bhayangkara

Hingga November 2019, tercatat 225 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Muarojambi. 225 kasus tersebut menyebar

225 Warga Diserang DBD, Tiga Dirujuk ke RSUD Raden Mattaher dan RS Bhayangkara
Tribunjambi/Samsul Bahri
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman. Hingga Akhir Tahun 2019, Ada 225 Kasus DBD yang Menyerang Warga di Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hingga November 2019, tercatat 225 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Muarojambi. 225 kasus tersebut menyebar di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Muarojambi. Dan, 225 penderitanya sudah dalam penanganan atau diobati.

"225 kasus itu merupakan rekapan sampai dengan 28 November 2019. Secara tindakan, mereka semua sudah kita obati," sebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman.

Menurut Yes Isman, dari yang diobati tersebut ada yang dilanjutkan pengobatannya ke RSUD Raden Mattaher. Namun, informasi yang diterima mereka yang dirujuk telah pulang.

"Sudah diobati, ada yang dirujuk ke Mattaher. Ke Mattaher ada tiga orang, ada juga ke rumah sakit polisi (Bhayangkara-Red) dan PKM rawat Muara Kumpeh," bebernya.

Upaya untuk pencegahan dinas kesehatan melakukan fogging dan pemberian bubuk abate.

Upaya pencegahan ini dilakukan secara terus-menerus guna menekan angka kasus DBD.

"Kegiatan kita itu melakukan fogging dan pemberian bubuk abate. Selain itu juga kita lakukan penyuluhan dan imbauan untuk pembersihan sarang nyamuk. Saat ini juga sedang melakukan fogging di wilayah Desa PKM Puding," terangnya.(csa)

Dipicu Perubahan Iklim

SEIRING perubahan iklim dari musim panas ke musim hujan dan mulai meningkatnya intensitas hujan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit DBD.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman mengatakan, dengan adanya perubahan iklim ke musim penghujan membuat beberapa tempat menjadi genangan air.

Dan air merupakan salah satu media tempat hidupnya faktor penular DBD.

"Penyebab dari DBD tersebut adalah gigitan dari nyamuk Aedes aegypti. Media mereka kan air. Jadi dari genangan-genangan air ini menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk," papar Yes Isman.

Melalui media air kata Yes Isman, perlu adanya pemberantasan terhadap perkembangan nyamuk tersebut.

Untuk itu, perlu untuk menjaga kebersihan air terutama pada lingkungan kamar mandi dan juga lingkungan sekitar rumah.

"Adanya genangan air juga memungkinkan menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk. Bak-bak mandi juga perlu di perhatikan. Kalau kita lihat jentik-jentik nyamuk itu harus kita bersihkan atau dengan pemberian bubuk larvasida," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved