Warga Bathin Limo Geruduk Kantor PT. APTP di Sarolangun, Minta Bagian Sawit Plasma Dikeluarkan

Ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Putera Bathin Limo (Himpabal) kembali geruduk kantor Perusahan Agrindo Panca Tunggal Perkasa.

Warga Bathin Limo Geruduk Kantor PT. APTP di Sarolangun, Minta Bagian Sawit Plasma Dikeluarkan
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Putera Bathin Limo kembali geruduk kantor Perusahan Agrindo Panca Tunggal Perkasa, Rabu (4/12/2019). 

Warga Bathin Limo Geruduk Kantor PT. APTP di Sarolangun, Minta Bagian Sawit Plasma Dikeluarkan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Putera Bathin Limo (Himpabal) kembali geruduk kantor Perusahan Agrindo Panca Tunggal Perkasa (PT APTP), Rabu (4/12/2019).

Kedatangan ratusan warga itu untuk menindaklanjuti hasil beberapa pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan tersebut. Mereka menuntut plasma 20 persen segera dikeluarkan dari pihak perusahaan. Sebab sejak tahun 2009 sampai 2019 tidak pernah terealisasi.

Muhammad yang merupakan koordinator aksi menegaskan, jika sampai saat ini PT APTP tidak melaksanakan pembangunan kebun masyarakat sekitar. Kewajiban memfasilitasi plasma seharusnya dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 3 tahun sejak HGU diterbitkan.

Sehari Lagi Ditutup, Peserta Lelang Jabatan di Tanjab Barat Masih Kosong

Mantan Sekcam Maro Sebo Ulu Terancam Dipecat Sebagai PNS Lantaran Kasus Korupsinya

Jadwal Timnas Indonesia U23 vs Laos di SEA Games 2019 Peluang Garuda Muda Lolos ke Babak Semifinal

Selain itu PT.APTP juga diduga sudah mengalih fungsikan lahan atau Over Leave dalam Hutan Produksi dan izin Amdal atau UKL dan UPL yang tidak pas serta bantuan CSR yang tidak tepat sasaran.

"Intinya kami menuntut plasma 20 persen untuk secepatnya dikeluarkan. Jika tidak memenuhui tuntutan tersebut maka dengan terpaksa kami akan menghentikan aktivitas PT.APTP," tegas Muhammad.

Dalam aksi dikantor PT APTP tersebut kembali dilakukan mediasi pihak Polres Sarolangun. Terlihat Wakapolres Sarolangun Kompol Atrizal didampingi Kasat Intel dan Kasat Sabhara Polres Sarolangun beserta anggota.

Atrizal meminta rekan HIMPABAL dan LAM agar bisa menyampaikan tuntutannya point per point atau inti tuntutan jangan melebar kemana-mana. Setelah mendengarkan tuntutan HIMPABAL, selanjutnya Wakapolres menyampaikan tuntutan warga tersebut ke pihak perusahaan.

"Jika memang ada pembagian dari hasil panen plasma mulai dari tahun 2009-2019, dan itu memang hak masyarakat kiranya pihak perusahaan tolong dikeluarkan," sebut Wakapolres.

Wakapolres juga meminta pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dan segera mungkin memberikan jawaban terkait tuntutan tersebut.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved