Setiap Bulan Ada 18 Janda Baru di Tanjab Barat, Ekonomi dan Perselingkuhan Jadi Pemicunya

Pengadilan Agama Kuala Tungkal mencatat terdapat 330 gugatan perceraian yang masuk selama kurun waktu Januari hingga November.

Setiap Bulan Ada 18 Janda Baru di Tanjab Barat, Ekonomi dan Perselingkuhan Jadi Pemicunya

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pengadilan Agama Kuala Tungkal, Tanjab Barat mencatat terdapat 330 gugatan perceraian yang masuk selama kurun waktu Januari hingga November. Angka perceraian tersebut didominasi karena faktor ekonomi dan selingkuh.

Pernikahan merupakan salah satu keputusan terbesar dan paling serius dalam kehidupan seseorang. Sebab dengan menikah seseorang harus bersedia berbagi kehidupannya.

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Kuala Tungkal, Arifin, belum lama ini mengatakan dari awal bulan Januari hingga akhir bulan November ini ada ratusan cerai gugat dan puluhan cerai talak.

Angka tersebut belum termasuk dengan gugatan yang tidak dikabulkan pengadilan.

Kerap Resahkan Masyarakat, Dinsos Kota Jambi Kirim Belasan Orang Gangguan Jiwa ke RSJ

Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi, Hakim Tolak Keberatan M Tahir

Dua Atlet Polo Air Jambi Perkuat Timnas Indonesia di SEA Games Filipina, Sumbang Medali Emas Pertama

Hindari Kecelakaan, Pita Penggaduh Dipasang di Titik Halte Kota Jambi

"Jumlahnya yang mengajukan gugatan cerai tahun ini lebih banyak daripada yang cerai talak," ujar Arifin menjelaskan.

Katanya, kasus perceraian ini terbagi dalam dua kelompok di antaranya berdasarkan talak dan berdasarkan gugatan.

Berdasarkan data pengadilan agama jumlah pengajuan cerai gugat sebanyak 330 kasus.

Sedangkan cerai melalui talak mencapai 99 kasus.

Dari 330 kasus cerai gugat tersebut sebanyak 296 kasus telah selesai putus sidang dan cerai talak 99 kasus yang telah putus sidang 96 kasus.

Sedangkan sisa perkara kasus perceraian cerai gugat dan cerai talak sebanyak 37 kasus yang belum putus sidang.

Menurit Arifin, rata-rata dari sejumlah gugatan perceraian yang menjadi motivasi penggugat mengakhiri bahtera rumah tangga mereka adalah karena faktor ekonomi.

"Penyebab utama perceraian yang terjadi masih didominasi faktor ekonomi, faktor ekonomi hampir tidak pernah berubah dari tahun ke tahun penyebab terjadinya perceraian," tandanya.

Lebih lanjut arifin menambahkan Dengan perkara perceraian yang putus di Pengadilan Agama Kuala Tungkal ini artinya dalam setiap bulannya terdapat rata-rata 18 janda baru.

Selain itu arifin berharap kepada masyarakat tanjabbarat apabila ingin bercerai harus memikirkan dengan matang. Sebab dengan perceraian tentunya ada dirugikan terutama apabila telah memiliki anak. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved