Terlibat Korupsi Dana Desa, Mantan Sekcam Maro Sebo Ulu Digiring ke Lapas Muara Bulian

Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari berinisial HW digiring pihak Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Muara Tembesi.

Terlibat Korupsi Dana Desa, Mantan Sekcam Maro Sebo Ulu Digiring ke Lapas Muara Bulian
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari berinisial HW digiring pihak Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Muara Tembesi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Muara Bulian, Kamis (28/11) siang. 

Terlibat Korupsi Dana Desa, Mantan Sekcam Maro Sebo Ulu Digiring ke Lapas Muara Bulian

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari berinisial HW digiring pihak Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Muara Tembesi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Muara Bulian, Kamis (28/11) siang.

Pantauan Tribun, HW digiring ke Lapas Klas IIB Muara Bulian bersama pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari. Ia dibawa dengan menggunakan mobil tahanan dengan tangan terikat serta menggunakan baju ciri khas tahanan Kejari.

HW diduga terlibat tindak pidana korupsi penyimpangan pengadaan jaringan internet di salah satu desa di kecamatan tersebut dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Ribuan Pelamar Berebut 173 Formasi CPNS di Tanjab Barat, Peluang 0.03 Persen

Sekda Bungo Bantah Rotasi Jabatan Jajaran Pemkab Bungo Politis

7 Orang Penderita AIDS di Kerinci Jalani Pengobatan Gratis

Lahan Pertanian di Kota Jambi Menyempit Tergusur Perumahan, Ini yang Dilakukan Pemkot Jambi

"Tersangaka adalah Sekretaris Kecamatan Maro Sebo Ulu saat itu dan sekarang menjadi staf di kantor Camat tersebut. Tersangka menyalahgunakan jabatannya selaku sekcam," ujar Fandie Hasibuan selaku Kacabjari Muara Tembesi, kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada 25 Juli 2019 Cabjari Muara Tembesi telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) sehubungan dengan adanya tindakan pidana korupsi yang telah dilakukan oleh tersangka.

Dalam proses penyidikan tersebut, tim penyidik memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang terkait sesuai Pasal 184 KUHAP.

Masih dalam proses penyidikan tersebut pihak Kejari Batanghari, pun telah memintai keterangan HW selaku Sekcam Maro Sebo Ulu saat itu.

"Setelah proses penyelidikan tersebut kami telah memintai keterangan yang bersangkutan dan kami telah menemukan dua alat bukti yang sah," jelas Fandie.

Fandie melanjutkan, tim penyidik Cabjari Muara Tembesi, akhirnya menetapkan status HW sebagai tersangka dan dikenakan pasal sesuai UU Tipikor nomor 20 tahun 2001 pasal 2 - 3.

"Kurungan hingga empat tahun penjara bahkan bisa seumur hidup dan denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp1 miliar," terangnya.

Sementara itu, Kajari Batanghari, Mia Banulita mengatakan, kasus yang telah ditangani oleh Cabjari Muara Tembersi ini merupakan kerja keras dalam mengawal dana desa yang bersumber dari pemerintah.

"Semua yang telah dilakukan oleh Cabjari Muara Tembesi itu semua atas perintah saya selaku kepala Kejari Batanghari," kata Mia.

Akibat perbuatan Mantan Sekretaris Camat Maro Sebo Ulu, Pihak negara sudah dirugikan sekitar Rp 150 juta. Dengan jumlah tersebut telah dikembalikan sekitar Rp 30 juta oleh pihak dua desa yang mendapat anggaran jaringan internet pada tahun 2017 yang lalu.

"Untuk sementara tersangka kita titipkan ke Lapas Klas IIB selama 20 hari terhitung dari hari ini dan kedepanya nanti kita akan limpahkan ke pengadilan setelah berkas-berkas lengkap," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved