Satu Orang Meninggal, Dinas Kesehatan Imbau Agar Warga Jambi Waspada DBD

Provinsi Jambi tengah menghadapi peralihan musim atau pancaroba. Salah satu penyakit yang patut diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD).

Satu Orang Meninggal, Dinas Kesehatan Imbau Agar Warga Jambi Waspada DBD
tribunjambi/abdullah usman
pemberantasan nyamuk DBD dengan menggunakan fooging. 

Satu Orang Meninggal, Dinas Kesehatan Imbau Agar Warga Jambi Waspada DBD

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi tengah menghadapi peralihan musim atau pancaroba. Salah satu penyakit yang patut diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD). 

Untuk melindungi diri dari serangan DBD tersebut, Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Evariana mengimbau masyarakat perlu melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dimana PNS ini dapat dilakukan dengan menguras tempat potensi jentik nyamuk dan mengubur barang-barang bekas.

"Pembasmian sarang atau jentik nyamuk ini dilakukan secara terus menerus, tidak boleh putus dan harus bersama-sama. Artinya, ketika melakukan gotong-royong kebersihan bukan hanya nyapu ngepel aja, tapi harus memastikan tempat-tempat perindukan nyamuk untuk dibuang. Baik itu di rumah tangga maupun di fasilitas umum," jelasnya.

Habiskan Anggaran Miliaran, 2 Pelabuhan Pendaratan Ikan di Tanjabtim Mangkrak, Tak Jelas Milik Siapa

Warga Perum Permata Hijau Kuala Tungkal Protes Pembangunan Jalan Karya Jadi Lebih Sempit

Rombongan Gubernur Jambi Dicegat Pemuda Sarolangun Saat Tinjau Kampung Budaya, Ini yang Diminta

Menurut Eva, upaya pembasmian tersebut dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan melalui cara fogging atau pengasapan. Pasalnya, fogging bukan solusi utama. "Karena mengandung efek negatif berupa isektisida (bahan kimia)," katanya.

Selain itu, berdasarkan penelitian dari pihak kesehatan sendiri, terlalu seringnya melakukan fogging, membuat nyamuk akhirnya kebal terhadap isektisida yang digunakan.

"Lama-lama nyamuk kebal. Tapi kita juga telah mengupayakan jenis lain isektisida yang digunakan," imbuhnya.

Eva mengatakan, cara lainnya adalah dengan pembuatan ovitrap atau perangkap nyamuk dari botol. Yakni botol air mineral dipotong dan ditutup terbalik menggunakan kertas hitam yang diisi air.

"Diharapkan nyamuk bertelur didalamnya dan tidak bisa keluar untuk berkembang biak, barulah kita buang," paparnya.

Selanjutnya, berdasarkan data beberapa bulan terakhir di Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva menyampaikan untuk penderita DBD di Juli sebanyak 94 orang, lalu di Agustus 96 orang dan di September 63 orang dengan 1 kematian yang berasal dari Kota Jambi.

"Saat ini data DBD belum ada peningkatan. Dari Juli, Agustus dan September itu yang meninggal satu orang paling banyak pasiennya dari Kota Jambi. Kalau secara umum bervariasi ya tapi lebih sering dialami sama anak-anak," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved