Ahok Jadi Bos BUMN Terganjal Status Mantan Napi? Ini Kata Politikus PDI Perjuangan & Arya Sinulingga
Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.
Ahok Jadi Bos BUMN Terganjal Status Mantan Napi? Ini Kata Politikus PDI Perjuangan & Arya Sinulingga
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.
Syarief mengatakan mengangkat pejabat publik harus mempertimbangkan banyak faktor, satu diantaranya yakni behavior atau perilaku.
Syarief mencontohkan Komisi Pemilihan Umum yang memperhatikan keinginan masyarakat dalam menyelenggarakan Pemilu. KPU melarang eks Narapidan koruptor maju sebagai Caleg.
• Mau Izin Menikah di Usia 14 Tahun, Kelakuan Ayahnya Malah Bikin Miris, Perkosa Anaknya 9 Kali
Seharusnya dalam menarik orang bergabung dengan perusahaan negara juga memperhatikan hal hal tersebut.
"Kalau saja Pilkada diberlakukan demikian, itu menjadi contoh bahwa KPU sangat memperhatikan faktor-faktor yang mendapatkan perhatian dari masyarakat," katanya.
Ucapannya terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang rencananya akan diajak masuk mengurus BUMN.
Namun dibantah Eriko Sotarduga.
• Live Streaming Djarum Sirkuit Nasional 2019, Atlet Cantik Asal Jambi Lolos Perempat Final
"Kalau boleh saya ingatkan Pak Ahok itu bukan (mantan) napi berkaitan dengan korupsi atau keuangan, beliau kan berkaitan dengan persoalan masa lalu, agama, SARA begitu, nah ini tentunya ada penjelasan lebih lanjut dari sektor hukumnya," kata Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).
Menurut Eriko, sosok Ahok memiliki integritas dan wajar jika diberi kesempatan menjadi bos BUMN.
Namun, ia menilai aturan-aturan yang ada saat ini tidak ada yang menghambat Ahok.
• Polisi Lapor Istri Tak Pulang 2 Hari, Ternyata Asik Berzina dengan Bripka M di Kamar Hotel
"Kalau saya lihatnya sampai saat ini belum ada hal-hal yang bisa menghambat ini. Karena kenapa? Karena tentu Kementerian BUMN tidak sembarangan memberikan kesempatan itu kalau tidak mempelajari aturan-aturan yang berlaku," ujar Eriko.
Kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergabung dalam satu di antara posisi strategis di BUMN santer terdengar.• Waspada, Rawan Bencana Sarolangun, 2 Ribu KK Korban Disambar Petir, Longsor dan Banjir
Kabar tersebut datang setelah Ahok mendatangi Kementerian BUMN dan bertemu dengan Erick Thohir, Rabu (13/11/2019).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas banyak hal terkait dengan BUMN.
Juru Bicara (Jubir) BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan jika pihak BUMN sangat berharap Ahok untuk bergabung dan memperkuat BUMN.
"Harapan kita memang Pak Ahok bisa bergabung bersama kita, satu di antara BUMN di Indonesia," jelas Arya dalam tayangan yang diunggah YouTube KompasTv, Rabu.
• Pernah Diajak Hotman Paris Ginian, Ini 6 Fakta Seputar Artis Bella Nova Pelantun Lagu Ikan Asin
"Kita juga mengharapkan Pak Ahok bersedia juga untuk bergabung lah, memperkuat BUMN kita gitu," terang Arya.
Saat disinggung di sektor mana Ahok akan ditempatkan, Arya menuturkan jika Ahok akan ditempatkan pada sektor yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang.
"Yang pasti kalau sektor mana, pasti yang kita lihat yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang lah," ujar Arya.
Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung sekira 1,5 jam tersebut, pihak BUMN hanya meminta kesedian Ahok untuk bergabung.
"Soal energi atau apa pun itu kita belum tahu, tapi yang pasti tadi prinsipnya adalah meminta kesediaan beliau dulu supaya mau bergabung bersama kita," kata Arya.
Arya menegaskan, jika BUMN butuh orang seperti Ahok yang bisa mendukung BUMN.
• Daftar Harga Sembako Kota Jambi Pantauan Hari Ini, Cabai Rawit Turun Harga
"Karena kita memang butuh orang-orang seperti Pak Ahok yang memang bisa mendukung BUMN," ungkapnya.
Menurutnya, Ahok sudah punya kapasitas yang diakui oleh publik.
"Beliau kan punya kapasitas yang diakui oleh publik untuk hal-hal yang bisa memperbaiki banyak hal juga," terangnya.
• Harga Rp 1,8 juta Wanita Ini Jual Tubuhnya untuk Main Bertiga Via Twitter, Begini Nasibnya Sekarang
Lebih lanjut Arya menjelaskan, jika Erick Thohir melihat Ahok punya kemampuan untuk membantu BUMN.
"Yang pasti soal rekomendasi atau apapun itu namanya, banyak masukan lah dari kita kepada Pak Erick ya, dan Pak Erick melihat bahwa ini memang bisa untuk membantu kita," jelasnya.
Saat disinggung terkait dengan keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan Ahok sebagai kandidat untuk menempati satu di antara posisi strategis di BUMN, Arya menegaskan jika memang ada koordinasi dengan Jokowi.
"Strategis sudah pasti," jelas Arya.
"Yang pasti setiap posisi-posisi yang vital untuk BUMN kan kita harus koordinasi sama Pak Jokowi, tidak mungkin tidak," ujarnya.
Saat ditanya kapan Ahok bisa bergabung, Arya berharap secepatnya Ahok dapat bergabung dengan BUMN.
"Kita harap secepatnya juga Pak Ahok bisa bergabung dengan kita," terangnya.
• Sempat Berhenti Bermedia Sosial, Ini Cara Selena Gomez Tanggapi Komentar jahat Netizen
Dalam kesempatan yang berbeda, saat melakukan telewicara dengan Kompas Petang, Rabu, Arya mengatakan jika Ahok menyampaikan kesediaannya untuk bergabung bersama dengan BUMN.
Menurut Arya, sepanjang itu untuk kepentingan negara dan bangsa, Ahok bersedia kalau memang ditugaskan.
Arya juga menambahkan jika Ahok sudah mengetahui gambaran secara garis besar posisi yang akan dia tempati.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
(Tribunnews/Nanda Lusiana Saputri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Politikus PDIP: Ahok Bukan Mantan Napi Korupsi, Wajar Diberi Kesempatan Jadi Bos Perusahaan BUMN
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir BUMN Arya Sinulingga: BUMN Butuh Orang Seperti Ahok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14112019_ahok-btp.jpg)