Berita Jambi

Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov

Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov

Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov
Tribunjambi/Zulkifli
Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov 

Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, ternyata masih berhutang kepada pihak perusahaan farmasi. Bahkan, hutang tersebut dikabarkan mencapai Rp 10 miliar lebih.

Hutang tersebut berasal dari biaya pembelian obat-obatan pihak RSUD Raden Mattaher kepada pihak perusahaan farmasi yang belum semuanya terbayar.

Hal itu diakui Sekda Provinsi Jambi M Dianto, saat diwawancarai Tribunjambi.com, usai menjadi pembina upacara Hari Kesehatan Nasional di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Selasa (12/11/2019).

Ada Zumi Zola, Effendi Hatta & Erwan Malik, Begini Mantan Pejabat Jambi Saat Reuni di Tipikor Jambi

Ombudsman Temukan Belasan Kamar Rusak, Dirut RSUD Raden Mattaher Jadikan Ini Sebagai Alasan

Formasi CPNS 2019 Jambi - Kota Jambi, Batanghari, Sarolangun Kerinci Bungo Tebo Tanjab Timur & Barat

"Rumah sakit umum itu, kemarin disampaikan kepada kami, masih banyak obat-obat yang dipesan itu masih belum terbayar," ungkap Sekda.

Munculnya hutang tersebut, dijelaskan Sekda karena belum bisa terukurnya berapa jumlah pasien di rumah sakit umum. Dan, berapa jumlah obat yang dibutuhkan, dengan anggaran yang telah disiapkan.

"Inilah ada salah perhitungan pada saat beberapa pasien yang tidak melewati tahapan BPJS. Mereka langsung minta layani di rumah sakit umum, tanpa melalui beberapa puskesmas. Oleh karena itu beban RSUD Raden Mattaher sampai saat ini tinggi," sebut Sekda.

"Bisa dilihat di rumah sakit umum begitu panjang antrian pasien untuk dilayani di masing-masing dokter spesialis di rumah sakit umum," bebernya.

Sementara itu kata Sekda, aturan baru BPJS, pasien harus melewati pengobatan dahulu di Puskesmas. Setelah puskesmas membuat rujukan, barulah pasien dirujuk ke rumah sakit umum.

"Sekarang ini karena di beberapa puskesmas tidak menyediakan dokter spesialis, maka ini dilampaui oleh para pasien kita, yang cuma sebentar langsung minta rujukan langsung mempercayakan pengobatan itu ke rumah sakit umum," beber Dianto.

"Nah, beban inilah yang menjadi beban Pemprov Jambi, seiring waktu berjalan obat yang disediakan di rumah sakit umum itu tidak mencukupi, dengan jumlah permintaan obat untuk melayani pasien," tambah Sekda.

Jika dihitung-hitung bilang Sekda, hutang tersebut nilainya lebih dari Rp 10 miliar. Dan, sedang diupayakan pihak Plt Direktur Rumah Sakit Umum, untuk dapat terbayarkan dalam waktu yang tidak begitu lama. Agar pesanan obat dari RSUD dapat terpenuhi oleh perusahaan farmasi.

"Paling tidak kalau tidak bisa sepenuhnya, mungkin bisa berangsur separuh dulu. Baru nanti pesanan obat berikutnya bisa dipenuhi perusahaan farmasi yang biasa memasok obat di RSUD," tutur Sekda.

Hutang Biaya Beli Obat di RSUD Raden Mattaher Jambi, Mencapai Rp 10 Miliar Lebih, Ini Kata Sekdaprov (Zulkifli/Tribunjambi.com)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved