Berita Jambi
Jadi Simbol Perjuangan Pertempuran Simpang III Sipin, Pemerintah Diminta Perhatikan Tugu Juang
Jadi Simbol Perjuangan Pertempuran Simpang III Sipin, Pemerintah Diminta Perhatikan Tugu Juang
Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
Jadi Simbol Perjuangan Pertempuran Simpang III Sipin, Pemerintah Diminta Perhatikan Tugu Juang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tanggal 10 November menjadi momentum untuk memperingati jasa pahlawan, yang telah berjuang mengusir penjajah di Negeri ini.
Tak terkecuali di Jambi. Beberapa peristiwa penting tercatat dalam sejarah, bagaimana perjuangan para pahlawan berperang melawan penjajah. Satu diantaranya peristiwa perang di Simpang III Sipin.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 29 Desember 1949 silam. Kala itu terjadi serangan Belanda di Kota Jambi. Tentara Belanda mendarat di bandara Palmerah dan Bajubang. Mereka bergerak mengepung kota dari berbagai penjuru.
• TUJUH Pasukan Elite Terbaik Dunia, di Antaranya Kopassus: Nomor 1 Pernah Keok di Hutan Kalimantan
• Pertempuran Berdarah di Tanah Papua, Prajurit Kopassus 5 Hari Tidur di Mayat Rekannya Yang Membusuk
• SNIPER Legendaris Kopassus Tatang Koswara, yang Kebal Bisa Ular: Ke Medan Tempur Bawa Foto Keluarga
• UMK Sarolangun Naik Rp 200 Ribu, Berlaku Terhitung 1 Januari 2020
Perlawanan dilakukan oleh Badan Keamanan Rakyat (BKR) dengan para prajurit Tentara Nasional, kemudian terjadi pertempuran sengit hingga jelang malam.
Untuk mengenang heroism kejuangan para Pahlawan Jambi yang gugur sebagai kusuma bangsa itu, didirikanlah Tugu Juang. Dimana Tugu ini simbol kobaran semangat rakyat Jambi mempertahankan kemerdekaan sekuat tenaga.
Melihat kondisi Tugu Juang saat ini, Vetran Jambi yang ikut upacara memperingati hari Pahlawan di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Minggu (10/11) pagi berharap pemerintah memperhatikan ikon simbol perjuangan pahlawan di Kota Jambi tersebut.

Selain menaruh harapan terhadap generasi muda, Veteran juga memberi beberapa penilaian yang harus dibenahi sebagai wujud mengenang perjuangan pahlawan negeri.
Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jambi, Suratman. Kata dia Sebagai bukti mengenang perjuangan para pahlawan Jambi yang gugur, pemerintah mendirikan Tugu Juang yang berada di Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi.
Namun aset yang merupakan milik Pemprov Jambi tersebut, saat ini terkesan kurang diperhatian. Terakhir revitalisasi taman Tugu Juang itu dianggarkan sekitar Rp 5,1 miliar di zaman kepemimpinan Gubernur Zumi Zola.
Taman terbuka hijau tersebut diharapkan memiliki nilai dan kesan sejarah para pejuang dengan konsep yang tertata, mulai dari lahan parkir, teater, tempat untuk masyarakat seni, galeri, dan kuliner.
Menanggapi hal itu, Suratman pun berharap Pemerintah agar perduli dengan Tugu Juang untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan.
"Itu tugas Biro Aset, kita sudah mulai sedikit sedikit benahi, sekarang ada renovasi, memang perlu perawatan pemeliharaan. Mudah-mudahan pemerintah peduli dengan Tugu Juang ini," harapnya.
Tidak terkecuali, kata Suratman, dalam menjaga salah satu icon Jambi tersebut semua masyarakat harus ada rasa untuk memiliki, bukan hanya dari Pemprov Jambi saja akan tetapi dari Pemkot Jambi juga demikian.
"Itu tugas kita semua. Dan rasa memiliki harus ada, mudah mudahan nanti ada perbaikanlah," pungkasnya
Jadi Simbol Perjuangan Pertempuran Simpang III Sipin, Pemerintah Diminta Perhatikan Tugu Juang (Zulkifli/Tribunjambi.com)