Usai Bencana Kabut Asap, Warga Tanjab Timur Kini Hadapi Serangan DBD, 3 Kecamatan Ini Paling Rawan

Memasuki musim penghujan, ini beberapa wilayah rawan terjangkit DBD berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanjab Timur.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjab Timur Jumiati. 

Usai Bencana Kabut Asap, Warga Tanjab Timur Kini Hadapi Serangan DBD, Tiga Kecamatan Ini Paling Rawan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Memasuki musim penghujan, ini beberapa wilayah rawan terjangkit DBD berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanjab Timur

Musim kemarau dan kebakaran hutan telah berlalu, kini masyarakat kembali dihadapkan dengan peralihan musim pancaroba. 

Beberapa penyakit yang rawan terjadi pada musim pancaroba tersebut, satu diantaranya demam berdarah dan dengue (DBD). Saat ini Dinas Kesehatan Tanjab Timur mencatat beberapa wilayah masuk kategori rawan terjangkit DBD

Dikatakan Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjab Timur Jumiati mengatakan, terkait DBD memang kita sudah memiliki beberapa peta rawan penyebaran kasus penyakit DBD tersebut.

"Di Tanjabtim sendiri yang masuk kategori rawan dari 11 kecamatan ada tiga kecamatan yang berpotensi besar, yakni Kecamatan Geragai, Mendahara dan Rantau Rasau," jelasnya.

Memasuki Musim Hujan, BPBD Tanjab Barat Ingatkan Warga di Daerah Rawan Banjir untuk Waspada

Lewati Sembilan Negara, Mantan Anggota Dewan Merangin Kumpulkan 1.063 Pesan Cinta untuk Ibu

VIDEO: Detik-detik Polantas di Sumut Nyaris Duel dengan Pengendara yang Tak Mau Ditilang

Lebih lanjut, untuk saat ini jumlah pasien penderita DBD sendiri pada bulan November ini masih belum terlalu terlihat, meski memang sudah ada yang terjangkit.

"Kalo data riilnya saya lupa yang jelas tidak lebih dari 10 jiwa," ujarnya.

Namun jika dihitung dari Januari, tentu jumlahnya cukup tinggi. Namun pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan menerapkan 3M membersihkan, menguras dan menutup  penampungan air.

Selain itu juga membersihkan lingkungan yang dapat dijadikan sarang bagi nyamuk DBD tadi. Sejauh ini sendiri belum ada laporan terkait pasien yang meninggal dunia akibat DBD. (usn).

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved