Baru Terealisasi 6.000 Hektar, Disbun Pesimis Target Replanting Kelapa Sawit di Jambi Capai Target

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi tak yakin target 11 ribu hektar replanting kelapa sawit milik petani dapat terpenuhi tahun ini.

Baru Terealisasi 6.000 Hektar, Disbun Pesimis Target Replanting Kelapa Sawit di Jambi Capai Target
Tribun Jambi/Fitri Amalia
Kelapa sawit. 

Baru Terealisasi 6.000 Hektar, Disbun Provinsi Jambi Pesimis Target Replanting Kelapa Sawit Capai Target

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sama dengan tahun sebelumnya, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi tak yakin target 11 ribu hektar replanting kelapa sawit milik petani dapat terpenuhi tahun ini.

Pasalnya dari 11 ribu hektare yang ditargetkan, hingga saat ini baru sekitar 6 ribu hektar perkebunan kepala sawit yang diremajakan.

Kepala Disbun Provinsi Jambi Agusrizal mengaku pesimis replanting tersebut akan tercapai sesuai dengan yang ditargetkan oleh pihak Kementerian Perkebunan.

"Nah ini belum optimis kita. Karena waktunya sudah sangat singkat, terlebih dana operasionalnya juga terhambat," tuturnya.

Penyebab lambannya pelaksanaan replanting itu, menurut Agusrizal selain wajib memiliki surat tanda budidaya, ada beberapa lahan petani yang sertifikatnya berada di bank karena masih adanya hutang.

150 Lebih Warga Muarojambi Terserang DBD, Dinkes Sebarkan Surat Edaran Waspadai DBD

Pemkab Bungo Anggarkan Gaji Guru Honorer Naik Tahun Depan, Segini Angkanya

7.000 Lebih Kartu Pelanggan Gas Subsidi Dibagikan untuk Warga Miskin di Kota Jambi

"Jadi agak sulit. Karena syaratnya harus discan sertifikat asli. Kemudian pada saat pengajuan, tanahnya harus diukur titik koordinatnya yang membutuhkan waktu di lapangan. Itulah hal-hal yang membuat lamban di situ," jelasnya.

Untuk memperoleh replanting, minimal dalam satu kelompok terdapat 20 KK dengan luasan lahan berdekatan sekitar 50 hektar. Dimana dalam satu hektarnya memperoleh anggaran senilai Rp 25 juta.

"Dari 2017 sampai sekarang, anggarannya sudah mencapai Rp 208 miliar dari target Rp 400 miliar," kata Agusrizal.

Sedangkan dari delapan kabupaten yang dapat melaksanakan replanting, hanya 7 kabupaten yang sudah memenuhi syarat. Yaitu Kabupaten Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, dan Sarolangun.

"Kalau Tanjung Jabung Timur belum bisa. Karena umur tanamannya belum mencapai 25 tahun," pungkasnya.

Di tahun 2018 sendiri, dari 15.700 hektare luas lahan kelapa sawit yang ditargetkan dilakukan replanting. Namun hanya bisa terealisasi sekitar 5.900an hektare atau 30an persen.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved