KISAH Perburuan Mahluk Yeti di Pegunungan Himalaya, Setelah 60 Tahun Pria Ini Melihat Sosok Aneh itu

TRIBUNJAMBI.COM - Tatkala seorang penjelajah Inggris, Eric Shepton, mencari rute baru menuju Gunung Everest pada tahun

KISAH Perburuan Mahluk Yeti di Pegunungan Himalaya, Setelah 60 Tahun Pria Ini Melihat Sosok Aneh itu
surya/rtr
Puncak Himalaya 

TRIBUNJAMBI.COM - Tatkala seorang penjelajah Inggris, Eric Shepton, mencari rute baru menuju Gunung Everest pada tahun 1951, dia menemukan sebuah jejak kaki yang aneh dan menyerupai kaki hominoid.

Jejak kaki tersebut terletak di gletser Menlung, sebelah barat Gunung Everest, perbatasan Nepal dan Tibet; dan tampak seperti telapak kaki manusia, tetapi dengan jempol.

Ukurannya pun cukup besar, sekitar 33 sentimeter.

Tergelitik dengan penemuan tersebut, Shepton kemudian memotretnya dan memulai demam Yeti di seluruh dunia.

SOSOK Azrinaz Mazhar, Istri Ke 3 Sultan Brunei yang Diceraikan: Pesangon Perusahaan Telekomunikasi

Daniel Taylor adalah salah satu yang terpesona oleh misteri Yeti.

Dia pertama kali menemukan foto ikonis Shepton di sebuah majalah dan terkejut ketika seorang kurator di Museum Inggris yang dikutip berkata bahwa jejak kakitersebut adalah milik monyet langur.

“Aku mengatakan, ‘Ini tidak masuk akal, aku tahu monyet langur yang melompat-lompat di atas genteng setiap saat. Yang membuatjejak kaki misterius seperti manusia ini pasti hewan lain.’,” ujarnya menceritakan kepada National Geographic 19 Agustus 2017.

GEGER Video Barrier Tol Pandaan-Malang Bergerak di Tengah Malam: Mbah Mijan Bongkar 13 Sosok Gaib

Sejak saat itulah, Taylor memulai petualangannya mencari Yeti dipegunungan Himalaya. Petualangan tersebut berlangsung selama 60 tahun hingga akhirnya dia menemukan identitas Yeti yang sebenarnya di Lembah Barun.

Memiliki iklimnya sendiri, Lembah Barun adalah hutan padat yang terus-menerus diguyur hujan.

Tidak ada seorang pun yang tinggal di sana dan warga lokal yang tinggal di pinggiran Lembah Barun pun tidak berani masuk, kecuali terpaksa.

Halaman
123
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved