Breaking News:

Batu Material Dikabarkan Bercampur Emas, Warga Pematang Rahim Heboh 'Serbu' Bahan Proyek Desa

Heboh warga Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjab Timur menemukan bongkahan batu diduga bercampur emas.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
IST
Heboh warga Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjab Timur menemukan bongkahan batu diduga bercampur emas. 

Batu Material Dikabarkan Bercampur Emas, Warga Pematang Rahim Heboh 'Serbu' Bahan Proyek Desa

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Heboh warga Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjab Timur menemukan bongkahan batu diduga bercampur emas

Kabar penemuan batu diduga bercampur emas di Desa Pematang Rahim tersebut lebih dahulu viral di media sosial Instagram yang diposting oleh akun Kabar Kampung Kito (K3).

Dalam postingan rekaman video berdurasi lebih dari 30 detik tersebut, direkam oleh seorang ibu-ibu. Dimana dalam videonya ibu yang tidak diketahui identitasnya tersebut berseloroh bahwa sedang mencari emas dalam sebuah batu. 

"Nah min, ini di desa kami Pematang Rahim warga sedang heboh mencari emas bercampur batu," ujarnya dalam video.

UMP Jambi Naik Tahun Depan, Segini Upah Minimum di Bungo Tahun 2020

Sambangi Tanjab Barat, Pangdam II Sriwijaya Biacara Sinergitas dan Kebersamaan Harus Dijaga

VIDEO: Tepati Nazar, Viral Kisah Pak Joni Keliling Indonesia Pakai Sepeda Tua

Tidak hanya berseloroh layaknya vlogger handal, ibu-ibu tersebut juga menunjukan aktivitas warga yang tengah mencari diduga emas yang bercampur batu. Bahkan tidak sedikit warga yang membawa wadah dan juga alat penerangan senter.

"Ini semakin besar batunya (bercampur emas) tentunya semakin mahal," ujar ibu tersebut sembari menunjukan batu yang bercampur emas.

Sementara itu Kepala Desa Pematang Rahim Asnawi, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com,menuturkan. Terkait hal tersebut dirinya meluruskan bahwa yang dilakukan warganya tersebut hanya sekedar keisengan dan belum diketahui kebenarannya.

"Itu cuman kerjaan warga saja, lagian itu batu merupakan material untuk salah satu pembangunan fisik di desa kami," ujarnya. 

Menurutnya, batu-batu tersebut memang sengaja ditumpuk di satu tempat untuk bahan pembangunan. Namun dirinya menayangkan tindakan warga dengan mengambil batu-batu tersebut karena akan berdampak pada pembangunan proyek tersebut.

"Ya saya minta warga untuk tidak melanjutkan kegiatan tersebut, lagian belum tentu itu merupakan emas hanya bebatuan yang sedikit berwarna ems (belum ada penelitian terkait kebenarannya).

"Batu itu didatangkan dari luar Jambi khusus untuk material bahan pembangunan proyek di desa tersebut, bukan bebatuan dari kali atau wilayah sekitar," jelasnya. (usn). 

 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved