Wacana Pembangunan Museum Wali Petu Terbentur Anggaran, Benda Sejarah Disimpan di Rumah Warga

Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur kembali wacanakan pembangunan museum mini Wali Petu di Desa Air Hitam Laut untuk menyelamatkan benda sejarah.

Wacana Pembangunan Museum Wali Petu Terbentur Anggaran, Benda Sejarah Disimpan di Rumah Warga
Tribunjambi/Abdullah Usman
Koleksi museum mini Wali Petu di Desa Air Hitam laut. 

Wacana Pembangunan Museum Wali Petu Terbentur Anggaran, Benda Sejarah Disimpan di Rumah Warga

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur kembali wacanakan pembangunan museum mini Wali Petu di Desa Air Hitam Laut untuk menyelamatkan benda peninggalan sejarah di wilayah tersebut.

Beberapa barang antik yang tersimpan di museum berukuran 4x6 meter memiliki nilai sejarah tinggi. Selain itu benda penemuan di museum tersebut juga terbilang beragam.

Selain temuan pecahan ataupun bentuk utuh kendi keramik, juga banyak ditemukan pusaka, nisan sisa makam hingga amunisi peninggalan perang belanda tempo dulu.

Berdasarkan keterangan penjaga museum mini PP Wali Peetu Abu Talib menuturkan, masih banyak lagi koleksi benda-benda sejarah peninggalan Belanda yang ditemukan di sekitar wilayah Desa Air Hitam laut. 

Hidup Nomaden, Disdukcapil Kerepotan Data Suku Anak Dalam di Bungo

Khawatir Ikon Kota Sungai Penuh Rusak, Masyarakat Diminta Tak Lagi Jualan di Atas Jembatan Kerinduan

Takut Dimarahi Istri Pria di Tebo Buat Cerita Perampokan Palsu, Endingnya Ditangkap Polisi

"Namun benda-benda tersebut masih tersimpan baik di rumah-rumah warga, alasannya jika diletakkan di museum semua keamanan benda tersebut tidak dapat dipastikan mengingat kondisi museum yang ala kadarnya saat ini," ujarnya.

Dengan keadaan tersebut, sebenarnya pemerintah telah lama mewacanakan kedepan untuk membangun museum yang lebih bagus dan besar. Sehingga dapat menampung dan benda-benda kuno tersebut lebih aman.

"Wacana tersebut sudah lama bahkan untuk bentuknya pun sudah dibicarakan berbentuk kapal. Rencananya akan dibangun di pinggiran pantai namun belum dipastikan," bebernya.

Wacana pemerintah tersebut disambut baik oleh masyarakat terutama mereka berkeinginan benda-benda sejarah yang masih disimpan bisa bernilai ekonomi tidak hanya benda mati yang tersimpan tanpa diketahui sejarahnya.

"Kalau sudah diletakan di Museum kan bisa tambahan pemasukan bagi pengembangan museum itu sendiri," bebernya. 

Dijelaskannya, untuk koordinasi dengan pihak terkait sendiri sejauh ini sudah ada, terutama Kabupaten namun terbentur anggaran untuk pengembangannya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved