Takut Dimarahi Istri Pria di Tebo Buat Cerita Perampokan Palsu, Endingnya Ditangkap Polisi

Seorang pria di Tebo diamankan pihak kepolisian karena membuat laporan palsu, Sabtu (26/10/2019) lalu.

Takut Dimarahi Istri Pria di Tebo Buat Cerita Perampokan Palsu, Endingnya Ditangkap Polisi
Ilustrasi 

Takut Dimarahi Istri Karena Uang Habis, Pria di Tebo Nekat Bikin Laporan Palsu, Endingnya Ditangkap Polisi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Seorang pria di Tebo diamankan pihak kepolisian karena membuat laporan palsu, Sabtu (26/10/2019) lalu.

Adalah Sunarto (40) warga Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo yang harus berurusan dengan hukum karena ulahnya sendiri.

Usut punya usut, ternyata pria yang berkeseharian sebagai tukang jual beli getah karet ini nekat membuat surat laporan perampokan palsu ke polisi dengan alasan untuk mengelabui istri. Setelah diinterogasi pihak kepolisan, dia akhirnya mengaku takut pada istrinya lantaran tidak punya uang lagi.

Pria 40 tahun ini ditangkap tim Sultan Polres Tebo karena membuat laporan rekayasa seolah-olah menjadi korban perampokan. Laporannya tercatat di Polres Tebo dengan Nomor : LP / B- 06 / X /2019 /JAMBI / RES TEBO / SEK VII KOTO Tanggal 25 Oktober 2019.

Waria Berlarian dari Pangkalan Gara-gara Lihat Satpol PP Razia, Malah Ketemu Pasangan Mesum

Ribuan Konsumen di Jambi Terganjal Akad Kredit Rumah, Kuota FLPP Habis  

Desa Giriwinangun Tebo Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, E Ilyas Sampaikan Hal Penting

Untuk mengelabui polisi, tersangka juga sengaja merusak mobil pribadinya jenis Toyota calya warna putih dengan nopol BH 1577 WD dengan cara mendongkrak kaca.

Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Reidho Syawaluddin Taufan, mengamini keterangan tersebut. Saat dikonfirmasi dia mengatakan, tersangka ditangkap karena membuat laporan palsu pencurian dengan kekerasan (Curas).

“Tersangka terpaksa kita amankan karena membuat laporan rekayasa,” kata AKP Ridho.

Kasat Reskrim menerangkan, kronologis panangkapan tersangka berawal dari adanya laporan dari tersangka ke polisi karena telah dirampok. Atas laporan itu, Tim Sultan Polres Tebo langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menyimpulkan bahwa tidak ada kejadian perampokan seperti yang laporkan tersangka. Bahkan, tersangka saat diintrogasi juga mengakui bahwa ia membuat laporan tersebut karena takut dengan istri.

Polisi akhirnya menyita barang bukti (BB) berupa besi, kunci, dan dongkrak, yang diduga digunakan untuk mencongkel kaca mobil dan kendaraan roda empat miliknya itu.

Saat diamankan, Sunarto hanya pasrah dan mengakui perbuatannya.

Tersangka dan sejumlah barang bukti dibawa ke Mako Polres Tebo guna penyidikan lebih lanjut.
"Tersangka dikenakan pasal 365 KUHPidana,” terang Kasat.

Saat dimintai keterangan, tersangka mengaku bahwa ia sengaja membuat laporan palsu dengan alasan habis dirampok. Sebab, untuk menjalankan bisnisnya sebagai tukang jual beli karet, dia sudah tidak punya uang untuk modal lagi.

“Karena saya takut sama istri, terpaksa buat laporan. Padahal saya memang tidak punya uang lagi untuk beli getah. Uang hasil jual karet sebelumnya habis untuk bayar kredit bulanan,” tersangka mengakui.
(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved