Pengamat Ini Sebut Gara-gara AHY Demokrat Tak Masuk Kabinet Jadi Penyebab, Kenapa?
Hendri menilai, keberadaan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat menjadi penyebab Jokowi enggan memasukkan partai tersebut dalam koalisi.
"Ini demokrasi bagi-bagi kursi kan enggak enak, kalau demokrasi gotong royong jadi enak gitu."
Hendri menambahkan, Jokowi seolah sedang menutupi bahwa susunan kabinet tersebut merupakan ajang bagi-bagi kursi kekuasaan pada partai politik.
"Maksud saya ini memang alasan Pak Jokowi aja, pembenaran, excuse aja, bahwa sebenarnya dia mengakui bahwa yang dia lakukan sekarang memang mengakomodasi semuanya," ujar Hendri.
"Mencoba merangkul semuanya demi sesuatu hal yang mungkin akan kita diskusikan."
Hendri lantas mempertanyakan tujuan Jokowi memasukkan perwakilan partai oposisi di susunan kabinet baru.
"Ini sebetulnya buat apa sih, semua dirangkul dalam sebuah perahu, ini buat apa?," tanya Hendri.
Hendri mengaku sudah menduga bahwa Prabowo kemudian bergabung dalam koalisi setelah sebelumnya teguh menjadi oposisi.
Menurutnya, pertemuan Prabowo dan Megawati merupakan tanda bahwa Gerindra masuk koalisi.
"Ini kebetulan sudah tertebak pada saat Prabowo mengunjungi Megawati, sejak saat itu saya yakin betul Prabowo setelah ini pasti bergabung dalam koalisi," kata Hendri.
Ia mengutip pernyataan Prabowo dulu ketika ditanya terkait sikap Partai Gerindra.
"Walaupun berkali-kali dikatakan, 'Kami kalau diminta siap', gitu terus ngomongnya." kata dia.
"Saya yakin begitu keluar dari rumah Megawati, saya yakin per hari itu Prabowo bergabung (dalam koalisi)."
Hendri lantas menyinggung tentang tiga partai politik yang tak dapat jatah kursi menteri, yakni PAN, PKS, dan Demokrat.
"Kalau PAN dan Demokrat tidak bisa disamakan dengan PKS. Kalau PKS dari awal sudah menahan diri (masuk koalisi)," ucap Hendri.
Ia menilai ada alasan di balik keputusan Jokowi tak memasukkan perwakilan ketiga partai tersebut dalam kursi kabinet.