Kisah Militer RI

Dengan Ligatnya Danjen Kopassus Ini Telan Telur Ular Sanca, Kolonel Moeng Bikin Prajurit Bergidik

Dengan Ligatnya Danjen Kopassus Ini Telan Telur Ular Sanca, Kolonel Moeng Bikin Prajurit Bergidik

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Komandan RPKAD, Moeng Pahardimulyo 

Sosok Kolonel Moeng Parahadimulyo terkenal di pasukan elite TNI sejak 1960-an.

Dia memiliki prinsip yang sangat keras.

Setiap prajurit Kopassus, walau hanya bersenjata sebilah pisau komando, harus bisa memenangkan pertempuran.

Hasil France Open 2019, Praveen/Melati Juara Ganda Campuran Tumbangkan Wakil China Lewat Rubber Game

Kolonel Moeng juga berpesan supaya pasukan khusus bisa survive ketika berada di hutan selama berhari-hari hanya berbekal pisau komando.

Dalam soal survival, Kolonel Moeng memang bukan hanya bisa memberikan perintah.

Dia langsung memberikan contoh nyata.

Peristiwa tak terduga

Suatu kali, Kolonel Moeng melaksanakan inspeksi ke lokasi pendidikan siswa komando di Citatah, Bandung, Jawa Barat.

KISAH Polwan Cantik Pulang Pagi Dandan Seksi, Lapor Pak RT Dulu: Rupanya Lakukan Misi Penyamaran

Komandan RPKAD, Moeng Pahardimulyo
Komandan RPKAD, Moeng Pahardimulyo 

Dalam suatu latihan survival, siswa komando berhasil menangkap ular sanca.

Setelah dikuliti, ternyata terdapat sekira 20 telur di dalam perut ular sanca itu.

Telur sanca berbentuk untaian seperti batang rokok berderet memanjang itu masih terbungkus balutan lemak tebal.

Kolonel Moeng lalu mengambil enam untaian telur sanca dan lemaknya, lalu menelan mentah-mentah dalam sekejap.

Viral Dokter di Jakarta Mau Dibayar Rp10 Ribu, Pergi Kemana-mana Naik Mikrolet Bukan Untuk Cari Uang

Semua siswa komando dan para instrukturnya hanya bisa terbelalak melihat `keganasan' Kolonel Moeng saat menelan untaian telur sanca.

Para siswa dan pelatih hanya bisa menjawab, `Siap...!', ketika diperintahkan untuk menelan telur-telur sanca yang masih terbalut lemak dengan cara seperti dilakukan oleh Kolonel Moeng.

Sosok Sintong Panjaitan

Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong Panjaitan lahir di Sumatera Utara, 4 September 1940.

Penerimaan CPNS 2019 di Tanjab Barat, Ada 173 Formasi, Tidak Ada PPPK, Lebih Banyak Tenaga Guru

Minat Sintong pada bidang militer muncul saat berumur tujuh tahun.

Pada saat itu rumahnya kerap terkena bom P-51 Mustang angkatan udara Kerajaan Belanda. Itu membuatnya ingin masuk angkatan udara.

Dia merupakan lulusan Akademi Militer Nasional 1963.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved