Postingan Annisa Pohan saat AHY Tak Dipilih Jadi Menteri, Tulisan tentang Keberuntungan dan Nahas
Melalui Instagram, Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekaligus menantu SBY mengunggah sebuah kata mutiara.
TRIBUNJAMBI.COM - Postingan Annisa Pohan mendapat sorotan banyak orang.
Melalui Instagram, Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekaligus menantu SBY mengunggah sebuah kata mutiara.
Annisa Pohan memang kerap mengunggah kata-kata bijak di Instagram Storynya.
Kali ini, Annisa Pohan mengunggah mengenai belajar bersyukur dan bersabar.

Hari keberuntungan dan hari naas bagimu.
Di saat hari sedang berpihak kepadamu maka bersyukurlah
Dan di saat hari sedang tidak berpihak padamu maka bersabarlah," begitu bunyi tulisan yang diunggah Annisa Pohan pada Senin (21/10/2019).
• Berakting Serial Grisse, Adegan Panas Zack Lee & Alexandra Gotardo Bikin Sungkan dengan Nafa Urbach
• Daftar Wakil Menteri yang Dilantik Jokowi, Gaji 85 % dari Menteri dan Dapat Mobil Dinas Rp 800 Juta
• One Piece 960 Kozuki Oden Muncul, Riwayat Kekuatan hingga Tingkahnya saat Remaja
Unggahan Annisa Pohan di Instagram-nya belum tentu terkait perihal AHY yang belum diundang Jokowi.
Alasan AHY Tak Dipakai
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, peluang Partai Demokrat mendapatkan jatah kursi menteri dari pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin sangat tipis.
Adi menilai, sudah ada upaya dari Demokrat lewat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalin komunikasi dengan bertemu Jokowi pada Kamis 10 Oktober lalu.
Namun, menurut dia, Demokrat tetap punya ganjalan, yakni kemungkinan tidak ada restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri yang selama ini disinyalir punya hubungan kurang harmonis dengan SBY.
"Hubungan SBY dan Megawati tidak pernah harmonis. Kedua tokoh ini sulit untuk disatukan sehingga ini mungkin menjadi ganjalan bagi Demokrat untuk mendapatkan jatah menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf," ujar Adi saat dihubungi, Selasa (22/10/2019).
Konflik di antara Megawati dan SBY berawal dari niat SBY maju Pilpres 2004.
Saat itu, Megawati menjabat sebagai presiden. Sementara itu, SBY menjabat Menko Polhukam.
Singkat cerita, SBY pun mundur sebagai menteri kemudian mendeklarasikan Partai Demokrat.