Bantu Petani Tak Merugi, Pemkab Tanjab Timur Luncurkan Aplikasi SIAP

Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto berpesan, sosialisasi aplikasi SIAP jangan hanya sebagai ajang seremonial belaka.

Bantu Petani Tak Merugi, Pemkab Tanjab Timur Luncurkan Aplikasi SIAP
Tribunjambi/Abdullah Usman
Pemkab Tanjab Timur sosialisasikan aplikasi SIAP untuk petani. 

Bantu Petani Tak Merugi, Pemkab Tanjab Timur Luncurkan Aplikasi SIAP

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA SABAK - Guna mendukung dan mempermudah petani dalam menyampaikan keluhan permasalahan pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjab Timur luncurkan aplikasi SIAP.

Sistem informasi aplikasi pertanian atau yang singkat (SIAP) tersebut merupakan program yang nantinya dapat membantu para petani terutama para kelompok tani.

Diantaranya dalam hal asuransi usaha tanaman padi (UTP). Sesuai dengan program pemerintah pusat tersebut dalam usulan keanggotaan peserta asuransi petani

"Nantinya setiap petani itu akan diusulkan dan didaftarkan asuransi pertanian mereka, melalui aplikasi SIAP tadi," jelas Sunarno Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjab Timur ,  Jumat (25/10).

Dikatakan pula, kegiatan yang dilakukan juga bertujuan untuk melatih petugas yang berada di lapangan. Terutama petugas penyuluh yang nantinya melalui mereka para petani mendaftarkan diri ke aplikasi.

Kebakaran Masih Terjadi, Kabupaten Tanjab Timur Jambi Kembali Diselimuti Kabut Asap

Warga Sungai Ulak Gempar, Mayat Lelaki Tua Ditemukan di Pinggir Jalan, Kakinya Terhimpit Motor

"Saya tidak mau ada petani kelompok tani yang tidak terdaftar di aplikasi, karena ketidaktahuan atau petugas yang tidak bisa melayani," tegasnya.

Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto juga berpesan, kegiatan ini jangan hanya sebagai ajang seremonial belaka, sehingga para petugas bisa langsung mempraktekannya dan petani dapat terdaftar semua.

Dijelaskannya,  selagi peserta terdaftar dalam aplikasi asuransi tentunya apapun permasalahan ganti rugi pertanian mereka dapat diajukan dan dilakukan.

"Namun dengan catatan karena beberapa faktor diantaranya karena bencana alam, serangan hama dan kekeringan," jelasnya.

"Setelah petani melaporkan, petugas mencatat dan tim akan turun baru bisa dilakukan asuransi layak atau tidaknya," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved