Berita Muarojambi

Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi

Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi

Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi

Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seorang pasien penderita penyakit stroke, Fauziah (52) warga asal Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, harus berjuang melawan penyakitnya tanpa pengobatan.

Kondisi ini diterimanya lantaran surat rujukan dari RSUD Ahmad Ripin, untuk pengobatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) lebih lanjut dirinya, ditolak oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi dan Rumah Sakit Siloam.

Tidak hanya satu kali, melainkan telah dua kali rujukan dirinya ditolak oleh dua rumah sakit tersebut. Rumah sakit tersebut beralasan karena surat rujukan yang dikeluarkan RSUD Ahmad Ripin, dianggap tidak sesuai dengan prosedur perujukan yang telah ditentukan oleh BPJS kesehatan.

Tiap Tahun Defisit, Tarif Baru Setelah Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan hingga Sanksi Penunggak

VIRAL Dokter Mangku Sitepoe yang Dirindukan Pasien Karena Hanya Patok Rp 10 Ribu Untuk Berobat!

MENIKAH di Belanda, Ini Mas Kawin Josscy Vallazza Aartsen Untuk Rina Nose Ungkap Adat yang Digunakan

Berapa Besaran Gaji Menteri Kabinet Jokowi? Bandingkan dengan Pendapatan Anggota DPR RI Besaran Mana

Darmi, suami Fauziah menyebutkan bahwa surat rujukan yang diminta dari kedua rumah sakit tersebut berupa rujukan Parsial.

Sementara surat rujukan yang dikeluarkan RSUD Ahmad Ripin itu berupa rujukan penuh. Terhadap hal tersebut, telah disampaikannya kepada pihak RSUD Ahmad Ripin.

"Sudah saya sampaikan pada pihak RSUD Ahmad Ripin. Kita minta surat rujukan tersebut bisa diterima menggunakan BPJS, atau membuat surat rujukan tadi itu diubah menjadi rujukan parsial seperti yang diminta rumah sakit itu," bebernya.

Namun pihak RSUD Ahmad Ripin kata Darmi, tidak mau mengeluarkan surat rujukan Parsial tersebut. Berdasarkan penjelasan pihak rumah sakit, dengan mengeluarkan surat rujukan Parsial, maka semua biaya pengobatan di tanggung oleh RSUD Ahmad Ripin.

Sementara pihaknya tidak memiliki biaya bila menggunakan rujukan parsial.

"Kata orang rumah sakit (Ahmad Ripin.red) itu, kalau dikeluarkan surat rujukan Parsial itu mereka harus menalangi pembayaran pengobatan pasien. Meskipun memang akan dibayarkan oleh pihak BPJS ke rumah sakit. Tapi alasan mereka, rumah sakit tidak punya anggaran untuk penalangan pembayaran itu," jelasnya.

Karena rujukan tersebut tidak kunjung mendapat kejelasan, istrinya kata Darmi, terpaksa harus dipulangkan ketika masih dalam masa perawatan di RSUD Ahmad Ripin.

Padahal menurutnya, dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin yang menganjurkan untuk penanganan lebih lanjut dengan merujuk pada rumah sakit lain.

"Padahal dokter spesialisnya sendiri yang menganjurkan untuk istri saya dirujuk agar mendapat penanganan lebih lanjut lagi," ungkap Darmi.

Pasien Stroke Rujukan RS Ahmad Ripin Muarojambi, Bingung, Ditolak di 2 Rumah Sakit di Kota Jambi (Samsul Bahri/Tribunjambi.com)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved