Angkut Kayu Gelondongan Tanpa Izin, Polda Jambi Tetapkan Direktur PT TNI Sebagai Tersangka

Polda Jambi menetapkan Direktur PT Tegar Nusantara Indah berinisial RP alias AP sebagai tersangka.

Angkut Kayu Gelondongan Tanpa Izin, Polda Jambi Tetapkan Direktur PT TNI Sebagai Tersangka
Tribunjambi/Fadly
Polda Jambi menetetapkan Direktur PT Tegar Nusantara Indah berinisial RP alias AP sebagai tersangka. 

Angkut Kayu Gelondongan Tanpa Izin, Polda Jambi Tetapkan Direktur PT TNI Sebagai Tersangka

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBIPolda Jambi menetapkan Direktur PT Tegar Nusantara Indah berinisial RP alias AP sebagai tersangka.

Perusahaan tersebut terbukti membawa kayu gelongongan tanpa Izin, direktur tersebut diamankan saat sedang berada di kediamannya.

Sebelum RP diamankan oleh oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi dan Satreskrim Muarojambi, tim gabungan terlebih dahulu petugas menangkap FD dan RK melakukan pengangkatan kayu bulat di Logpon Desa Pulau Mentaro menggunakan mobil truk milik PT Tegar Nusantara Indah bernopol BH 8895 GU, di kawasan Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu.

Dirkrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabro menjelaskan, di tepat berbeda, saat tim menyergap kawasan logpon Desa Pulau Mentaro turut dilakukan penyitaan terhadap 1 unit truk Mitsubishi Fuso nopol BH 8148 MO yang terparkir diduga ditinggal sopirnya dengan muatan kayu bulat jenis meranti dan rimba campuran diduga tanpa dilengkapi dokumen sahnya hasil hutan jumlah 41 batang dengan volume 26 M3/Kubik.

"Itu sudah ditinggalkan pelaku, tapi 4 tumpukan kayu bulat jenis meranti dan rimbah campuran diduga tanpa dilengkapi dokumen sahnya hasil hutan jumlah 94 batang volume 57,25 kubik itu juga diamankan, jadi total sebanyak 136 batang, volume 57,25 kubik," kata Kombes Pol Thein Tabebro.

Sudah Lama Dipantau, Dua Bandar Narkoba di Bungo Digerebek, Polisi Temukan Barang Ini di Rumahnya

Ini Rute Etape Tujuh dan Delapan Tour de Singkarak di Jambi, Lewati Kebun Teh Kerinci

Kades Matagual Bawa Uang Rp 324 Juta Hasil Korupsi ke Kejari Batanghari, Mau Apa?

Saat ini polisi masih memburu HK yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena hasil dari pemeriksaan dialah yang menyuruh FD dan RK untuk membawa kayu gelonggongan itu.

“Lebih baik menyerah, dari pada dikejar dan panjang urusannya,” tegasnya.

Sementara itu. Kasat Reskrim Muaorjambi, AKP George Alexander Pakke menjelaskan jika PT TNI hanya memiliki izin pengohaan tapi, tidak memiliki kelengkapan dokumen pengangkutan.

"PT TNI, punya izin, tapi izinya bukan untuk bawa kayu, tapi dari bukti itu, akan terus didalami sejauh mana izin itu, jika tidak lengkap maka akan ada proes hukum yang baru,” kata AKP George.

Dirinya menambahkan, jika dalam waktu dekat akan memangil saksi-saksi, untuk menelusuri dokumen perizinan yang ada, pasalnya izin yang diberikan hanya sebatas pengolahan saja.

“Dinas perizinan akan dipanggil, meski izinnya ada, kan masih ada ketentuan yang lain, seperti apa yang boleh dilakukan apa yang tidak boleh, terutama Izin ekspornya, karena PT TNI bergerak di bidang ekspor,” ujarnya.

Untuk barang bukti sendiri, AKP George mengatakan jika barang bukti yang bisa dibawa sudah diamankan, sedangkan barang bukti yang sulit diangkut dititipkan di Polsek.

“Kalau mobil dan kayu diamankan di Polda Jambi, sedangkan satu unit ekskapator dititipkan di Polsek Kumpeh,” akunya.

Untuk tersangka sendiri di jerat dengan pasal yang dilanggar, yaitu Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan dan atau pasal 88 ayat (1) huruf a Jo pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2013.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved