Mantan Kades Matagual Bawa Uang Rp 324 Juta Hasil Korupsi ke Kejari Batanghari, Mau Apa?

Dua pejabat di Desa Matagual, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari diperiksa Jaksa Kejari Batanghari.

Mantan Kades Matagual Bawa Uang Rp 324 Juta Hasil Korupsi ke Kejari Batanghari, Mau Apa?
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Kades dan bendahara Desa Matagual didampingi Inspektorat Batanghari mendatangi Kejari Batanghari sembari membawa sejumlah uang senilai Rp 324 juta, Kamis (24/10) sekira pukul 15.00 WIB. 

Mantan Kades Matagual Bawa Uang Rp 324 Juta Hasil Korupsi ke Kejari Batanghari, Mau Apa?

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dua pejabat di Desa Matagual, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari diperiksa Jaksa Kejari Batanghari.

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : PRINT- 46 /L.5.11/Fd.1/10/2019, tanggal 17 Oktober 2019.

Pemeriksaan itu melibatkan mantan Kepala Desa Matagual dan bendaharanya. Keduanya diduga terlibat menyelewengkan dana desa, alokasi dana desa (ADD) tahun anggaran 2019 dan silpa dana desa 2018.

Kamis (24/10) sekira pukul 15.00 WIB, keduanya didampingi Inspektorat Batanghari mendatangi Kejari Batanghari sembari membawa sejumlah uang senilai Rp 324 juta lebih.

Ternyata uang tersebut merupakan uang yang diselewengkan oleh keduanya dan dibawa untuk dikembalikan sebagai kerugian negara. Hal ini dibenarkan oleh Kajari Batanghari, Mia Banulita.

Tak Cuma Tempat Ngopi, Excelso Jadi Tempat Hang Out yang Nyaman di Jambi

Dana BOS Lambat Cair, 3 Bulan Gaji Guru Honorer di Jambi Macet

Polres Tanjab Barat Gelar Syukuran Usai Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

"Jumlah uang tersebut yang telah dipergunakan oleh mantan Kades Matagual untuk kepentingan pribadi," ujar Kajari didampingi Kasi Pidsus M Ichsan.

Mia menerangkan bahwa pada tahun 2019 ini Desa Matagual sejak bulan Januari-30 September telah menerima pendapatan desa yang berasal dari DD, ADD serta dana Silpa Tahun 2018 sebesar Rp 1.083.999.962,28. Dana tersebut disimpan di dalam rekening Desa Mata Gual.

Terinci DD tahap I sebesar Rp 166.660.000. Tahap II sebesar Rp 333.320.000. Lalu ADD tahap I sebesar Rp 241.040.700 dan dana silpa 2018 sebesar Rp 342.979.262,28.

Terhadap dana yang berada direkening desa tersebut telah dilakukan pencairan sebanyak 8 kali dengan total sebesar Rp 1.064.873.100.

Dengan rincian untuk periode bulan Mei pencairan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total uang yang dicairkan pada bulan Mei sebesar Rp 432.873.100. Pada periode Juni pencairan dilakukan sebanyak 2 kali dengan total uang yang dicairkan Rp 150 juta. Lalu pada Juli pencairan dilakukan sebanyak 1 kali dengan rincian sebesar Rp 300 juta. Kemudian periode Agustus pencairan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total Rp 182 juta.

"Uang hasil kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp 324.610.323 ini sudah kita setorkan ke rekening kas negara bersama Inspektorat Batanghari," katanya.

"Penyelidikan terus berlanjut meski ada kerugian negara yang dikembalikan. Nanti penyelidikannya akan kita ekspos," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved