Wawancara Ekslusif - Mertua Terduga Teroris di Jambi, 'Saya Khawatir, Mereka Bilang Masih Terduga'

Dia mendapat informasi penangkapan menantunya selang beberapa jam setelahanya. Anak tetangganya memberi informasi.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Tribunjambi/Mareza
Dilokasi inilah terduga teroris ditangkap. Dipepet Mobil dan Dikepung, Begini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Bungo, Jambi 

Wawancara Ekslusif - Mertua Terduga Teroris di Jambi, 'Saya Khawatir, Mereka Bilang Tenang Masih Terduga'

KENDATI sang menantu R (35), ditangkap aparat kepolisian terkait dugaan terorisme, namun Wardi cukup terbuka menerima Tribunjambi.com.

Kemarin, Tribunjambi.com menyambangi rumah mertua terduga teroris di Jambi, Wardi.

Dia mendapat informasi penangkapan menantunya selang beberapa jam setelahanya. Anak tetangganya memberi informasi.

Berikut petikan wawancara tersebut.

Tribun (T): Mendengar informasi itu, apa tindakan yang Bapak lakukan?

Wardi (W): Awalnya kami tidak percaya. Kami sempat cari-cari ke sekitar rumah. Kami juga cari ke Polsek, Polres, tapi enggak ketemu. Akhirnya, kami lapor RT, sama istrinya R. Itu sekitar habis isya. Sekitar 21.00 WIB kami pulang.

Baca Juga

LAGI, Warga Tanjungpinang Ditangkap Gara-gara Nyinyir Soal Penusukan Menkoplhukam Wiranto

Gerakan Cepat Mobil Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bungo, Kesaksian Warga Setempat

Mertua Terduga Teroris di Bungo, Tidak Tahu Menantunya Ditahan di Mana, Berharap Segera Kembali

T: Setelah penangkapan itu, apa ada penggeledahan di rumah Mas R, Pak? Kebetulan rumah Bapak dan Mas R bersebelahan, apa mereka juga ada menggeledah rumah Bapak?

W: Waktu pulang dari rumah RT itu. Pas pulang, baru mau selesai penggeledahan. Katanya, dari polisi. Rumah R aja yang digeledah, rumah kami enggak. Pas mulai penggeledahan, kami dan istrinya enggak ada di rumah. Kami datang itu sudah hampir selesai.
T: Sepengetahuan Bapak, apa saja yang diamankan pihak kepolisian saat itu?
W: Yang saya ingat ya, ada KTP, KK, sama ijazahnya R. Terus mereka juga bawa iPad punya R. Ada dokumen-dokumen lain juga. Ada buku. Katanya buku jihad. Cuma saya kurang tahu juga. Itu juga dibawa.

T: Maaf, Pak. Selama ini apa Mas R pernah ikut pengajian-pengajian yang (maaf) melenceng Pak?
W: Setahu saya, enggak pernah. Kawannya aja hampir enggak pernah datang ke rumah. Beda sama istrinya, karena istrinya jualan pakaian online kecil-kecilan, gitu. Banyak tamu yang datang, karena dia jualan.

T: Sudah lama Mas R berjualan Pak?

W: Dia itu termasuk baru di sini (Bungo). Sebelumnya dia di Demak (Jawa Tengah). Dia nikah sama anak saya di Lampung, sekitar 2009. Saya kan dari Lampung, sebelum ke sini. Terus mereka tinggal di Demak, dekat besan. Di sana, mereka punya anak dua. Karena anak saya pengin dekat sama orangtuanya, mereka cari saya ke sini. Saya kerjanya inilah, buat batu bata.
T: Memangnya Mas R enggak mau buat batu bata juga, Pak?
W: Enggak kuat, katanya. Makanya dia buat gerobak, pilih jualan aja. Tapi kadang, dia mau bantu-bantu juga.

T: Maaf, keseharian Mas R itu gimana sih, Pak?
W: Dia pendiam. Kalau sama saya, itu ngomong apa perlunya aja. Enggak pernah duduk-duduk berdua begini, enggak pernah. Pokoknya, dia ngomong apa perlunya aja.

T: Maaf, Pak. Kira-kira, Mas R ini bisa merakit senjata api atau bahan peledak nggak, Pak?
W: Itu enggak tahu saya. Saya rasa enggak bisa. Wong dia itu jarang ngomong sama saya. Tapi kalau saya lihat dari kesehariannya, enggak mungkin. Di rumahnya aja, waktu digeledah juga enggak ada apa-apa.

Dilokasi inilah terduga teroris ditangkap. Dipepet Mobil dan Dikepung, Begini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Bungo, Jambi
Dilokasi inilah terduga teroris ditangkap. Dipepet Mobil dan Dikepung, Begini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Bungo, Jambi (Tribunjambi/Mareza)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved