Berita Batanghari

Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai

Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai

Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai
tribunjambi/heri
Seorang petani sawit sedang memanen. Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai 

Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari, tahun ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, target replanting atau peremajaan sawit rakyat (PSR) yakni 2.217 hektare.

Sampai saat ini target ribuan hektare itu baru terlaksana sekitar 700 hektare yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Muara Tembesi, Maro Sebu Ilir (MSI) dan Mersam.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batanghari, Irwan mengatakan bahwa target tersebut kemungkinan tidak akan tercapai.

BREAKING NEWS, Tauke Karet di Batanghari Jadi Korban Perampokan, Pelaku Bersenpi dan Mengaku Polisi

Warga Siau Dalam Minta Jembatan Agar Bisa Garap Lahan, Kepala Desa: Harap Sabar dan Berdoa

Warga Bungo dan Merangin Dibekuk Setelah Kedapatan Bawa Sabu, Terancam Pidana Hingga 20 Tahun

"Sepertinya tidak tercapai. Karena dari target yang ditetapkan baru sekitar 700 hektare yang terpenuhi. Artinya belum mencapai 50 persen untuk replanting sawit pada tahun ini," ujar Irwan saat dikonfirmasi, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, meski untuk tahun ini target PSR seluas 2.217 hektare itu tidak tercapai, namun untuk tahun depan program ini masih akan berlanjut.

"Dari informasi yang kami dapat begitu. Paling tidak kami sudah mendapat informasi target untuk Kabupaten Batanghari yaitu sekitar 2.500 hektare," katanya.

Meski demikian, program replanting sawit ini, pihaknya menggandeng para petani kelapa sawit yang ada di Kabupaten Batanghari.

"Petani yang mendaftar dan menjadi peserta dalam program replanting ini mendapat dana hibah sebesar Rp 25 juta. Itu maksimal 1 KK bisa mendaftar untuk 4 hektare," ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, dari 700 hektare replanting sawit yang sudah dilaksanakan itu sudah melalui dua tahapan. Tahapan pertama yaitu 119 hektare di antaranya sudah terlaksana hingga penanaman yang berada di Desa Pulau, Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi.

Pada tahapan kedua ada sekitar 500 hektare lebih replanting yang disetujui oleh Dirjenbun. Di mana tahapan kedua ini juga sudah dilakukan penandatanganan oleh tiga pihak, yaitu Badan Pengelola Dana Peremajaan Kelapa Sawit (BPDBKS), Bank 9 Jambi dan kelompok tani yang sudah direkomendasikan dalam program tersebut.

"Sekarang sudah dimulai pelaksanaannya tahapan kedua ini. Dan, 500 hektare itu tersebar di Kecamatan Mersam dan MSI. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terlaksana dengan baik dan musim hujan nanti adalah waktu yg tepat bagi petani melaksanakan replanting sawit," katanya.

Irwan juga berharap dengan sudah adanya dua tahapan tersebut agar petani yang memenuhi syarat untuk replanting sawit ini agar segera mendaftarkan kebunnya untuk ikut replanting sawit.

"Ini kesempatan masyarakat untuk melakukan peremajaan kelapa sawit. Masyarakat yang berminat, ketentuannya adalah harus sudah punya kebun sawit, lalu bisa mendaftarkan program PSR. Maksimal 4 hektare per kepala keluarga (KK)," pungkas Irwan.

Di Bawah 50 Persen, Target Replanting Sawit Rakyat di Kabupaten Batanghari Tak Tercapai (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved