BPBD Muarojambi Gelar Bimtek Pengendalian Karhutla, Sekda Imbau Peserta Siap-siap Banjir & Longsor

Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) kembali melaksanakan bimbingan teknis

BPBD Muarojambi Gelar Bimtek Pengendalian Karhutla, Sekda Imbau Peserta Siap-siap Banjir & Longsor
tribunjambi/samsul bahri
Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) kembali melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap bencana alam dalam hal ini kebakaran hutan dan lahan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) kembali melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap bencana alam dalam hal ini kebakaran hutan dan lahan.

Adapun kegiatan ini di buka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muarojambi, M Fadhil Arief.

Kepala BPBD Kabupaten Muarojambi, M Zakir menyebutkan bahwa Bimtek ini terkait dengan bencana yang kemungkinan terjadi yang tidak hanya mengenai Karhutla, namun bencana-bencana alam yang meskipun tidak di inginkan, namun berkemungkinan terjadi.

"Bimtek ini tidak hanya fokus pada Karhutla, tetapi kita juga fokus pada bencana alam lainnya, seperti banjir dan tanah longsor. Apalagi nanti akan ada musim hujan, nantinya melalui bimtek ini kita lakukan upaya-upaya baik pencegahan dan penangulanggan terjadinya bencana alam," terangnya

Sementara itu, dalam kesempatan ini, Sekda menyebutkan bahwa sampai saat ini Kabupaten Muarojambi masih terjadi kebakaran lahan yang berdampak pada kabut asap di beberapa wilayah. Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini bisa jadi pembelajaran untuk kedepannya.

"Peran masyarakat dan komitmen masyarakat ini yang perlu di satukan sehingga langkah untuk pencegahan karhutla ini bisa ini bisa di lakukan bersama-sama," ujar Sekda yang juga membuka secara langsung kegiatan tersebut pada Jumat malam (4/10) di Hotel Shang Ratu.

Acara ini hadiri oleh Kepala BPBD Kabupaten Muarojambi, M Zakir, Kasatpol PP A Gani, Camat Mestong dan Camat Sungai Gelam, serta perwakilan dari Desa-Desa yang ada di Kabupaten Muarojambi. Sekda menceritakan bahwa dampak dari kebakaran hutan yang terjadi pada 2015 lalu memiliki dampak yang signifikan pada hasil pertanian bidang kepala sawit.

"Kerugian materiil bisa hitung, tapi kerugian kesehatan tidak bisa di hitung karena ini berdampak pada kesehatan seseorang, dan itu bisa dampak jangka pendek atau panjang," sebutnya

"Sementara untuk perkebunan kelapa sawit itu membuat hasil produksi turun drastis. Untuk sebagian orang yang punya uang banyak itu bisa lakukan replanting, tapi kalo masyarakat biasa itu tidak mungkin," sambungnya

Halaman
12
Penulis: samsul
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved