Siapa Asiang dalam Pusaran Kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi 2018 ini?

Jeo Fandy Yoesman duduk tenang di depan majelis hakim. Dia menggunakan batik dan sesekali memperbaiki letak kacamatanya.

Siapa Asiang dalam Pusaran Kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi 2018 ini?
Tribunjambi/Jaka HB
Asiang saat sidang perdana kasus suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2018. 

Siapa Asiang dalam Pusaran Kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi 2018 ini?

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jeo Fandy Yoesman duduk tenang di depan majelis hakim. Dia menggunakan batik dan sesekali memperbaiki letak kacamatanya. Namanya disebut-sebut sebagai pemasok uang suap anggota legislatif untuk meloloskan RAPBD Provinsi Jambi 2018. 

Jeo Fandy Yoesman alias Asiang adalah kotraktor. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK nama perusahaan Asiang sudah beberapa kali masuk dalam tender-tender proyek pembangunan pemerintah. Terlebih dia dijanjikan tetap mengerjakan proyek pembangunan untuk 2018. Sejak dulu ternyata proyeknya lancar masuk dalam pengerjaan.

“Asiang sudah sejak tahun 2016 beberapa kali memberikan bantuan berupa uang untuk kepentingan Zumi Zola selaku Gubernur Jambi periode 2016-2021,” kata Iskandar selaku JPU KPK, pada Kamis (3/10) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.

Baca: Zumi Zola Minta Uang pada Asiang Lewat Apif dan Dody Irawan

Baca: Dinjanjikan Dapat Proyek di 2018, Asiang Pinjamkan Uang Rp 5 Miliar

Asiang yang sudah bekerja sebagai kontraktor sejak 2001 ini beberapa kali dapat pekerjaan pembangunan atau perbaikan jalan dari Dinas PUPR Provinsi Jambi yang dikerjakan PT Sumber Swarnanusa dan PT Chalik Suleiman Bersaudara.

Meski pun sering meminta uang dari Asiang, Zola tidak meminta secara langsung. Permintaan-permintaannya disampaikan oleh Apif Firmansyah yang merupakan orang kepercayaan Zumi Zola dan Dody Irawan selaku Kadis PUPR Provinsi Jambi saat itu, pertengahan jalan diganti oleh Arfan.

Pada 2017 Asiang diketahui dapat beberapa paket pekerjaan bernilai puluhan miliar di Dinas PUPR Provinsi Jambi. Pekerjaan itu dilakukan PT Sumber Swarnanusa.

Zumi Zola ditahan KPK
Zumi Zola ditahan KPK ()

Paket pertama konstrusi pengingkatan Jalan Simpang Penerokan ke Sungai Bahar dengan kotrak Rp 30 miliar.

Paket kedua pembangunan jalan di daerah Sungai Duren ke Sungai Bulu dengan nilai Rp 9 miliar.

 Ketiga satu paket pekerjaan oleh PT Chalik Suleiman Bersaudara yang memegang proyek pekerjaan rigit beton peningkatan Jalan Tempino, Muara Bulian, senilai 10 miliar.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved